RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya pencak silat sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa dalam pidatonya pada Musyawarah Nasional XVI PB IPSI 2026, Sabtu (11/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan total pengabdiannya selama 34 tahun di Ikatan Pencak Silat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya dimulai sejak masa muda sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode, sebelum kemudian menjabat sebagai Ketua Umum selama lima periode berturut-turut.
Menurut Prabowo, kiprahnya di dunia pencak silat bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan bentuk pengabdian yang berakar dari nilai keluarga dan budaya. Ia mengungkapkan bahwa kakeknya merupakan bagian dari pendiri perguruan Setia Hati di Madiun, sementara orang tuanya juga aktif dalam pembinaan IPSI sebuah latar belakang yang memperkuat komitmennya terhadap pelestarian pencak silat.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna yang jauh melampaui olahraga atau seni bela diri. Ia menyebut pencak silat sebagai manifestasi nilai kesatria yang mencakup kekuatan fisik, keteguhan jiwa, serta integritas moral. Dalam pandangannya, kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya, tetapi juga oleh karakter rakyatnya.
Ia juga mengaitkan pencak silat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada masa penjajahan, menurutnya, pencak silat menjadi sarana perlawanan yang diajarkan secara terbatas di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Kondisi tersebut justru memperkuat nilai spiritual dan ketahanan budaya yang terkandung di dalamnya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo turut menyinggung tantangan ke depan, termasuk upaya membawa pencak silat ke panggung internasional. Ia mengakui bahwa meski belum berhasil masuk ke Olimpiade, perjuangan tersebut harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.
Namun demikian, ia menekankan bahwa prioritas utama bukan semata pengakuan global, melainkan menjaga kemurnian nilai dan kualitas pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Penyebaran pencak silat ke berbagai negara, lanjutnya, harus dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran global yang perlu disikapi secara terbuka.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Pencak silat, menurut Prabowo, tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembentukan karakter dan identitas bangsa.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan pencak silat sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia, sekaligus mendukung keberlanjutan pembinaan oleh generasi penerus.***
