RADAR BLAMBANGAN.COM, | BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai langkah strategis menyikapi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung Denpasar.
Menurutnya, pola lama yang masih bertumpu pada pembuangan akhir sudah tidak relevan dan tidak bisa lagi dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Badung, tegasnya, harus bergerak cepat dengan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga.
“Dengan memilah sampah secara mandiri, volume residu akan berkurang signifikan. Ke depan, hanya residu yang akan kami olah. Ini harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya. Selasa, (10/02/2026).
Ia menekankan, pengelolaan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Jika pemilahan dilakukan secara konsisten di tingkat sumber, maka beban TPA akan menurun drastis dan sistem pengolahan menjadi lebih efektif.
Bupati juga menginstruksikan para camat dan lurah agar tidak tinggal diam. Mereka diminta aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik.
“Camat dan lurah harus turun langsung memberikan edukasi. Jangan hanya menunggu. Kesadaran masyarakat harus dibangun melalui pendekatan yang masif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai krusial mengingat penutupan TPA Suwung akan berdampak langsung pada sistem pengelolaan sampah di wilayah Bali, termasuk Badung. Tanpa perubahan pola dari hulu, persoalan sampah berpotensi menjadi krisis lingkungan.
Pemkab Badung memastikan akan terus mendorong optimalisasi fasilitas pengolahan sampah serta memperkuat regulasi yang mendukung pengurangan sampah dari sumbernya.
Pemerintah tidak ingin lagi bergantung pada sistem buang-angkut-buang, melainkan bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.***
