RADAR BLAMBANGAN.COM, | MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mencari terobosan agar aset-aset daerah yang selama ini “tidur” bisa kembali produktif. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra, menggagas pemanfaatan aplikasi digital untuk memetakan potensi lahan milik daerah agar lebih mudah diakses investor.
Dengan gaya komunikasinya yang santai namun visioner, Gus Barra mencontohkan potensi kawasan wisata Pacet. “Sampeyan mau investasi apa? Mau bikin kafe? Villa? Pertanian? Semua bisa dilihat lewat aplikasi,” ujarnya.
Menurutnya, aplikasi tersebut nantinya akan memuat data lengkap aset daerah yang belum optimal mulai dari lokasi, luas lahan, hingga potensi pengembangannya. Investor cukup membuka aplikasi, memilih titik lokasi yang diinginkan, lalu melihat peluang usaha yang memungkinkan dikembangkan di sana.
“Misalnya dipencet, keluar informasi aset daerah ini cocok untuk pertanian. Yang lain cocok untuk kafe atau villa. Jadi transparan dan mudah diakses,” jelasnya.
Langkah ini bukan sekadar digitalisasi data, melainkan strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Aset yang sebelumnya tidak menghasilkan, dapat disewakan melalui skema kerja sama yang jelas dan saling menguntungkan.
Gus Barra menegaskan, tujuan akhirnya adalah agar aset-aset yang tidak berfungsi bisa kembali hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Kita ingin aset yang mati jadi produktif. Dari situ ada pemasukan untuk daerah, dan ekonomi masyarakat juga bergerak,” tambahnya.
Kawasan seperti Pacet yang dikenal sebagai destinasi wisata alam dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dengan dukungan sistem yang transparan dan terintegrasi, Pemkab Mojokerto berharap minat investor akan meningkat tanpa mengabaikan aspek tata ruang dan keberlanjutan lingkungan.
Bagi Gus Barra, inovasi ini bukan sekadar proyek aplikasi, melainkan upaya menghadirkan tata kelola aset yang lebih modern, terbuka, dan berpihak pada kemajuan daerah.
(Mahmudah)
