RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Komitmen terhadap kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan PT Banyuwangi Paving melalui kegiatan reboisasi di lahan bekas tambang galian C di wilayah Klatak, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab perusahaan dalam memulihkan area yang sebelumnya terdampak aktivitas pertambangan.
Penanaman pohon dilakukan di sejumlah titik lahan pascatambang dengan melibatkan manajemen perusahaan, para pekerja, serta dukungan masyarakat sekitar. Bibit-bibit pohon ditanam sebagai upaya mengembalikan fungsi ekologis lahan, mencegah potensi erosi, sekaligus menghadirkan kembali ruang hijau yang lebih sehat dan produktif.
Pihak direksi PT Banyuwangi Paving menegaskan bahwa program reboisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami menyadari bahwa setiap aktivitas usaha memiliki dampak. Karena itu, pemulihan lingkungan menjadi tanggung jawab moral dan sosial yang harus kami jalankan secara konsisten,” ujar perwakilan manajemen.
Apresiasi atas langkah tersebut disampaikan Ketua Umum Serikat Buruh dan Rakyat Banyuwangi (Serbu Wangi), Mohammad Faiq. Ia menilai kegiatan reboisasi ini sebagai contoh positif bagi perusahaan lain, khususnya yang bergerak di sektor pertambangan dan material konstruksi.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Banyuwangi Paving. Reboisasi ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi menanam harapan bagi generasi mendatang. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya bersama,” tegas Mohammad Faiq.
Menurutnya, pemulihan lahan pascatambang merupakan kewajiban yang tidak bisa diabaikan. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya agar lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari kegiatan operasional mereka.
Masyarakat sekitar pun menyambut baik kegiatan tersebut. Selain memperbaiki kondisi lahan yang sebelumnya terlihat gersang, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, memperindah kawasan, serta memberi manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Reboisasi di Klatak ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan organisasi sosial dapat menghadirkan perubahan nyata. Dari lahan yang sempat tergerus aktivitas tambang, kini tumbuh tunas-tunas hijau sebagai simbol harapan akan masa depan yang lebih lestari.***
