RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar kawasan hutan. Melalui kegiatan Safari Ramadan 1447 H, Perhutani tidak hanya menggelar silaturahmi, tetapi juga memberikan pembinaan kepada para penyadap getah pinus di wilayah BKPH Glenmore.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Persemaian Petak 44g RPH Gunungsari, BKPH Glenmore, Senin (02/03/2026), dan dihadiri jajaran manajemen Perhutani serta para penyadap pinus yang selama ini menggantungkan penghidupan dari hasil hutan.
Administratur KPH Banyuwangi Barat, Muklisin, menyampaikan bahwa Safari Ramadan menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Selain meningkatkan nilai spiritual di bulan Ramadan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi para penyadap di lapangan.
“Safari Ramadan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi momen untuk mendengar aspirasi masyarakat penyadap, sehingga jika ada kendala atau persoalan bisa kita carikan solusi bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga memberikan pembinaan kepada para penyadap pinus. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai teknik penyadapan yang baik dan berkelanjutan agar produktivitas getah pinus dapat meningkat.
Menurut Muklisin, peningkatan produktivitas tersebut diharapkan dapat berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para penyadap sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang lebih optimal.
“Melalui pembinaan ini kita berharap penyadap semakin memahami teknik penyadapan yang benar sehingga hasil getah pinus bisa meningkat dan berdampak pada kesejahteraan mereka,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterbukaan komunikasi antara Perhutani dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan hubungan yang harmonis, pengelolaan hutan berkelanjutan dapat berjalan dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar.
Sementara itu, Koordinator Penyadap Panggungrejo, Pathor, mengapresiasi kegiatan Safari Ramadan yang dilakukan Perhutani. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat para penyadap merasa diperhatikan dan mendapatkan tambahan pengetahuan untuk meningkatkan hasil sadapan.
“Dari pembinaan ini kami jadi lebih paham bagaimana meningkatkan produksi getah pinus. Kami juga merasa lebih bersemangat bekerja karena pimpinan Perhutani sangat terbuka berdialog dengan kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pekerjaan sebagai penyadap pinus telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga di sekitar hutan. Bahkan, kebijakan Perhutani yang masih memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bercocok tanam di area tertentu turut membantu perekonomian mereka.
Rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keakraban antara jajaran Perhutani, para penyadap, serta masyarakat sekitar hutan.***
