RADAR BLAMBANGAN.COM, | Polres Klungkung — Polres Klungkung melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Agung 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri 1447 H Tahun 2026, yang digelar di Lapangan Apel Polres Klungkung, (12/3).
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Bupati Klungkung I Made Satria, didampingi Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H. serta Dandim 1610 Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M.Han.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Klungkung serta diikuti oleh berbagai unsur personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Klungkung, Kodim 1610 Klungkung, Satpol PP Kabupaten Klungkung, Dinas Perhubungan, BPBD, komunitas Bali Dwipa, serta unsur PLN dan Pecalang.
Adapun peserta apel terdiri dari satuan PJU Polres Klungkung, perwira Polres Klungkung, personel Kodim 1610 Klungkung, Sat Samapta Polres Klungkung, gabungan staf Polres Klungkung, Sat Lalu Lintas Polres Klungkung, gabungan Sat Polairud dan Bhabinkamtibmas, gabungan Reskrim, Intelkam dan Sat Narkoba, PNS Polri Polres Klungkung, Satpol PP Kabupaten Klungkung, Dinas Perhubungan, BPBD, Komunitas Bali Dwipa, serta gabungan PLN dan Pecalang Kabupaten Klungkung.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan bahwa kegiatan apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Fitri dan arus mudik dapat berlangsung aman, tertib, nyaman, dan lancar.
Disampaikan pula bahwa perayaan Lebaran merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian di berbagai daerah.
Selain itu, dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa kondisi global saat ini tengah diwarnai peningkatan konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada ketidakstabilan harga minyak dunia dan berpotensi mempengaruhi perekonomian global maupun nasional. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomasi untuk mendorong perdamaian serta menjaga stabilitas nasional.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman melalui kebijakan subsidi serta menjamin stok BBM dan LPG tetap mencukupi sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan tanpa melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang, sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik, Polri bersama TNI serta instansi terkait melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Dalam mendukung pengamanan tersebut, disiapkan sebanyak 2.746 pos yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu, serta pengamanan terhadap lebih dari 185 ribu objek penting seperti masjid, lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara.
Melalui sinergi dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan dengan optimal sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman serta dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.
(Echa)
