RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jembrana – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai dipadati kendaraan logistik. Antrean truk dilaporkan mengular hingga sekitar empat kilometer, bahkan mencapai kawasan hutan Cekik di wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Pantauan di lapangan sejak Kamis malam (12/3) menunjukkan deretan kendaraan logistik, mulai dari truk kecil, truk sedang hingga truk tronton, memanjang di jalur utama menuju pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan Bali dengan Pulau Jawa tersebut.
Kepadatan ini membuat para sopir harus menunggu berjam-jam untuk bisa mendekati area pelabuhan. Aris (40), sopir truk pengangkut sapi tujuan Jakarta, mengaku mulai terjebak antrean sejak pagi hari.
“Saya sudah terjebak macet sejak sekitar pukul 05.30 Wita. Baru sekitar pukul 10.00 Wita bisa sampai di depan Masjid Al-Mubarok,” ujarnya saat ditemui di lokasi antrean.
Keluhan serupa disampaikan Angga, sopir truk kecil yang juga harus bersabar menunggu giliran masuk ke jalur pelabuhan. Ia mengaku sudah berada dalam antrean sekitar dua jam sejak memasuki kawasan hutan Cekik.
“Sekitar pukul 08.00 Wita masuk sini, sampai sekarang jalannya cuma maju sedikit-sedikit,” katanya.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menjelaskan lonjakan antrean kendaraan logistik tersebut dipicu meningkatnya arus kendaraan barang yang hendak keluar dari Bali menuju Pulau Jawa menjelang Lebaran.
Menurutnya, sebagian besar kendaraan yang mengantre merupakan truk pengangkut barang yang sudah dalam kondisi kosong dan hendak kembali ke Pulau Jawa.
“Operasi pengamanan arus mudik sudah dimulai hari ini hingga 25 Maret. Di jalur utama menuju Gilimanuk, antrean didominasi kendaraan barang yang sebagian besar sudah kosong dan akan kembali ke Jawa,” jelasnya.
Untuk mencegah kemacetan yang lebih parah, Polres Jembrana telah menyiapkan sejumlah kantong parkir atau sistem pengantongan kendaraan logistik di beberapa titik sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
“Kami sudah melakukan pengantongan kendaraan dari wilayah Pekutatan, Kaliakah hingga Jembatan Timbang Cekik. Jika antrean terlalu panjang, truk akan kami tahan sementara agar tidak mengganggu kendaraan pribadi pemudik,” terangnya.
Sementara itu, arus kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat dilaporkan masih relatif lancar dan belum terlihat antrean panjang seperti yang terjadi pada kendaraan logistik.
Pihak kepolisian juga menerapkan sistem kanalisasi di area Terminal Kargo Gilimanuk untuk memperlancar arus kendaraan kecil yang menuju pelabuhan.
“Untuk kendaraan kecil sudah dilakukan kanalisasi di areal terminal kargo. Saat ini kita memanfaatkan tiga jalur gang menuju pelabuhan agar arus tetap bergerak,” pungkasnya.***(Cinta)
