RADAR BLAMBANGAN.COM, | Bondowoso, – Upaya pengelolaan limbah rumah tangga berbasis lingkungan terus digencarkan. Kali ini, Bhayangkari Ranting Polsek Curahdami mengambil langkah nyata melalui kegiatan panen dan pemanfaatan eco enzyme yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru Selasa (17/3/2026)
Kegiatan tersebut digelar di Aula Bhayangkari Mapolsek Curahdami pada Selasa pagi, diikuti Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Curahdami, Ibu Lena Muktamar, bersama jajaran pengurus. Suasana berlangsung penuh antusias, mencerminkan komitmen kuat dalam mengedukasi masyarakat terkait pengolahan limbah organik secara berkelanjutan.
Panen eco enzyme menjadi momentum penting setelah melalui proses fermentasi limbah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayur. Hasil fermentasi ini kemudian dimanfaatkan sebagai produk multifungsi yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Eco enzyme dikenal memiliki beragam manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami, pupuk cair organik, pengurai limbah, hingga pengusir hama. Selain itu, cairan ini juga efektif mengurangi bau tidak sedap serta membantu menekan volume sampah organik rumah tangga. Inovasi ini dinilai sejalan dengan upaya mendukung gaya hidup hijau di tengah masyarakat.
Ketua Bhayangkari Ranting Polsek Curahdami, Lena Muktamar, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada tahap edukasi semata. “Hasil eco enzyme ini akan diuji coba kualitasnya. Jika terbukti efektif dan memiliki nilai guna tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan lebih lanjut sebagai produk usaha mikro kecil dan menengah,” ujarnya.
Langkah tersebut membuka peluang baru bagi pemberdayaan anggota Bhayangkari sekaligus masyarakat sekitar untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah.
Melalui kegiatan ini, Bhayangkari Ranting Polsek Curahdami tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi berbasis rumah tangga yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, gerakan sederhana ini diharapkan mampu menjadi inspirasi luas bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar tanggung jawab, melainkan peluang menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan produktif (msb)
