RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta – Lonjakan arus mudik di lintasan penyeberangan Bali–Jawa memaksa PT ASDP Indonesia Ferry mengambil langkah tak biasa. Skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) kini diberlakukan secara agresif di sejumlah dermaga untuk memangkas waktu tunggu yang sempat memicu kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kapal yang bersandar tidak lagi menunggu muatan baru. Begitu tiba, kapal langsung membongkar kendaraan dan kembali berlayar kosong guna mempercepat siklus pelayanan. Skema ini diterapkan di Dermaga MB1, MB4, dan LCM sebagai respons cepat terhadap lonjakan kendaraan.
“Ini langkah taktis untuk memotong antrean. Tidak ada waktu terbuang di pelabuhan,” tegasnya, Selasa (17/3/2026).
Tak hanya itu, ASDP juga mengoperasikan tambahan 35 kapal di lintasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk. Pola operasi kini masuk kategori sangat padat, dengan fokus utama menjaga pergerakan kendaraan tetap berjalan tanpa stagnasi.
Data Posko Angkutan Lebaran memperlihatkan tekanan di lapangan bukan tanpa alasan. Pada H-6, jumlah penumpang melonjak menjadi 80.416 orang naik 33,8 persen dibanding tahun lalu. Kenaikan paling tajam terjadi pada kendaraan roda dua yang tembus 18.306 unit atau melonjak 52,7 persen. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 25.885 unit, naik 35,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, GM ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, memastikan seluruh sumber daya dikerahkan untuk mengurai antrean. Ia menekankan pentingnya disiplin pengguna jasa dalam mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Optimalisasi dermaga dan kapal terus kami dorong. Tapi kelancaran juga bergantung pada kepatuhan pengguna jasa,” ujarnya.
Langkah cepat ASDP ini menjadi ujian nyata manajemen arus mudik tahun ini. Dengan lonjakan yang jauh di atas rata-rata, efektivitas skema TBB akan menjadi penentu apakah kemacetan panjang bisa ditekan atau justru kembali berulang di puncak arus mudik mendatang.***
