RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta, Jumat, (27/03/2026), – Perjalanan terbentuknya Fast Respon Nusantara (FRN) sebagai gerakan sosial yang konsisten mengawal kinerja Polri tidak lepas dari peran sejumlah tokoh penting di institusi Kepolisian Republik Indonesia. Ketua Umum FRN, Agus Flores, mengungkapkan bahwa sejak awal berdirinya FRN, terdapat figur-figur kunci yang turut menjadi “penerobos” dalam memperkuat konsep respons cepat terhadap berbagai persoalan hukum dan sosial di masyarakat.
Salah satu sosok sentral tersebut adalah Agus Andrianto, yang pada masa itu dikenal sebagai jenderal dengan komitmen kuat dalam mendorong percepatan respons Polri. Selain itu, nama Iwan Kurniawan juga disebut sebagai bagian dari lingkar awal yang berperan penting dalam penguatan sistem pengawasan penyidikan.
Tak hanya itu, Muhammad Fadil Imran turut menjadi figur strategis yang ikut mengawal semangat Fast Respon. Dalam perjalanannya, jajaran pendukung FRN juga tersebar di berbagai wilayah, termasuk personel yang kini bertugas di Papua, hingga jajaran humas di wilayah Polres Raja Ampat.
Agus Flores menegaskan bahwa seluruh elemen tersebut memiliki satu visi yang sama, yakni mendukung penuh kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Dukungan itu diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan, menjaga profesionalisme, serta memastikan kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar gerakan, tetapi bagian dari komitmen moral untuk memastikan Polri tetap hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegas Agus Flores.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah tokoh yang dahulu menjadi bagian dari awal perjuangan FRN kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional. Agus Andrianto bahkan telah dipercaya mengemban amanah sebagai menteri, sementara figur lainnya telah menduduki jabatan Kapolda.
Transformasi ini menjadi bukti bahwa semangat Fast Respon Nusantara tidak hanya berhenti sebagai gerakan, tetapi turut melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkontribusi nyata dalam reformasi Polri ke arah yang lebih profesional, modern, dan terpercaya.***
