RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, 8 April 2026 — Konflik berkepanjangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah terus menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas, tidak hanya bagi masyarakat terdampak secara langsung, tetapi juga terhadap stabilitas global. Menyikapi kondisi tersebut, komunitas penyair di Banyuwangi menginisiasi sebuah kegiatan bertajuk “Lantunan Puisi Kemanusiaan” sebagai bentuk ikhtiar moral dan spiritual dalam mendoakan terwujudnya perdamaian dunia.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026 pukul 14.00 WIB di Langgar Art Banyuwangi, dengan melibatkan berbagai elemen lintas komunitas, antara lain Lentera Sastra Banyuwangi, Forum 28, IPNU-IPPNU Banyuwangi, Komite Bahasa dan Sastra Dewan Kesenian Blambangan (DKB), serta HISKI Komisariat Banyuwangi.
Ketua panitia, Ayung Notonegoro, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang diwujudkan melalui pendekatan budaya dan spiritual.
“Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda kesenian, tetapi juga sebagai ikhtiar bersama dalam mengetuk kesadaran dan memanjatkan doa bagi perdamaian dunia. Kami berharap melalui lantunan puisi, pesan kemanusiaan dapat tersampaikan secara luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lentera Sastra Banyuwangi, Syafaat, menegaskan bahwa puisi memiliki dimensi yang tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga spiritual dan reflektif.
“Puisi dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus sebagai sarana doa. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya perdamaian dan menghentikan konflik yang berkepanjangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konflik bersenjata tidak hanya menimbulkan kerugian material dan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada berbagai pihak, termasuk personel penjaga perdamaian dunia yang bertugas dalam misi kemanusiaan internasional.
Melalui kegiatan “Lantunan Puisi Kemanusiaan”, para penyair Banyuwangi berupaya menghadirkan ruang refleksi yang mengedepankan nilai-nilai religius, kemanusiaan, dan persaudaraan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa perdamaian merupakan kebutuhan mendasar umat manusia yang harus terus diupayakan melalui berbagai cara, termasuk pendekatan budaya dan spiritual.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat sebagai bentuk solidaritas dan doa bersama bagi terciptanya dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.(syaf)
