RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, – Sedekah bukan sekadar amalan sunnah yang dianjurkan dalam ajaran Islam, melainkan sebuah jalan hidup yang sarat makna dan keberkahan. Terlebih ketika dilakukan di hari Jum’at hari yang dimuliakan dalam Islam, sedekah menjadi amalan yang memiliki keutamaan luar biasa. Bagi Nurmansyah, S.H., M.H., sedekah bukan hanya rutinitas ibadah, melainkan warisan berharga dari almarhum orang tuanya yang terus hidup dan mengakar dalam setiap langkah kehidupannya.
Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana, perjalanan hidup Nurmansyah bukanlah kisah yang mudah. Ia tumbuh dalam keterbatasan, namun tidak pernah kehilangan harapan. Didikan orang tua yang sarat dengan nilai kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan iman menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Salah satu pesan yang paling membekas adalah pentingnya bersedekah, khususnya di hari Jum’at.
Pesan itu sederhana, namun memiliki kekuatan besar: “Jangan pernah lupa bersedekah, karena di situlah pintu rezeki dan keberkahan dibukakan.” Kalimat tersebut bukan hanya nasihat, tetapi menjadi prinsip hidup yang terus dipegang teguh hingga kini.
Dalam ajaran Islam, keutamaan sedekah di hari Jum’at ditegaskan dalam berbagai riwayat. Salah satunya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi:
“Sedekah pada hari Jum’at itu lebih utama dibandingkan hari-hari lainnya.” (HR. Baihaqi)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidaklah berkurang harta karena sedekah, dan Allah akan menambah kemuliaan bagi seorang hamba yang pemaaf.” (HR. Muslim)
Hadits tersebut menjadi penguat keyakinan bahwa sedekah bukanlah pengurang harta, melainkan jalan untuk melipatgandakan rezeki dan kemuliaan hidup. Inilah yang diyakini dan diamalkan oleh Nurmansyah dalam kesehariannya.
Kini, sebagai seorang abdi negara di institusi kepolisian dengan pangkat AKP, perjalanan hidup Nurmansyah menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, doa orang tua, dan keikhlasan dalam berbagi mampu mengubah nasib seseorang. Ia tidak melupakan akar kehidupannya. Justru dari sanalah ia belajar untuk terus rendah hati dan peduli terhadap sesama.
Dukungan dari keluarga, terutama istri dan anak-anaknya, menjadi kekuatan tambahan dalam menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual tersebut. Setiap hari Jum’at, sedekah menjadi tradisi keluarga yang dijaga dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dipenuhi dengan kesibukan dan orientasi materi, kisah ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai sederhana seperti sedekah justru memiliki dampak yang luar biasa. Sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun empati, memperkuat iman, dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.
Warisan orang tua tidak selalu berupa harta benda. Dalam banyak hal, justru nilai-nilai kehidupan seperti keikhlasan, kesabaran, dan kebiasaan bersedekah adalah harta paling berharga yang akan terus hidup lintas generasi. Apa yang ditanamkan oleh orang tua Nurmansyah kini tumbuh dan berkembang, tidak hanya dalam dirinya, tetapi juga dalam keluarganya.
Pada akhirnya, keutamaan sedekah di hari Jum’at bukan sekadar ajaran agama, tetapi menjadi jalan hidup yang membentuk karakter dan menentukan arah perjalanan seseorang. Kisah Nurmansyah, S.H., M.H. adalah cerminan bahwa dari kesederhanaan, dengan doa dan keikhlasan, seseorang dapat mencapai keberkahan hidup yang sesungguhnya.***
