RADAR BLAMBANGAN.COM, | Sidomulyo, Jember, — Upaya mendorong keberlanjutan produktivitas kopi berbasis agroforestri terus diperkuat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh tim peneliti Cicofest bersama KPS dan KUPS Artha Wana Mulya Barokah. Kegiatan ini menjadi langkah awal strategis dalam memetakan potensi sekaligus tantangan pengelolaan kopi agroforestri di tingkat tapak.
FGD yang melibatkan pengurus kelembagaan lokal dan petani setempat berlangsung dinamis. Para peserta secara aktif bertukar gagasan dan pengalaman lapangan, guna merumuskan indikator keberlanjutan yang relevan dan aplikatif. Hadir dalam kegiatan tersebut, Angger, Sasa, dan Amin yang turut mengikuti jalannya diskusi hingga tuntas.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada penyepakatan indikator dalam kerangka Sustainable Livelihood Approach (SLA), yang mencakup lima aspek utama, yakni modal alam, manusia, sosial, fisik, dan finansial. Penentuan indikator dilakukan secara partisipatif dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta praktik yang selama ini dijalankan petani dalam sistem agroforestri kopi.
Dalam forum tersebut, petani mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari fluktuasi hasil produksi, keterbatasan akses terhadap teknologi, hingga dinamika pasar yang kerap tidak menentu. Meski demikian, mereka sepakat bahwa sistem agroforestri tetap menjadi pilihan strategis karena mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menopang keberlanjutan produksi kopi.
Hasil FGD ini akan menjadi pijakan penting dalam tahapan penelitian selanjutnya, khususnya pada proses pengumpulan data dan analisis tingkat keberlanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara peneliti, kelembagaan lokal, dan petani dalam mengembangkan model kopi agroforestri yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan di Desa Sidomulyo.
(Amin/Angger/Sasa)
