RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, – H. Gugun Gumilar selaku Staf Khusus Kementerian Agama Republik Indonesia bidang Hubungan Internasional, mewakili Masjid Istiqlal, menerima kunjungan Elders Sisters dari Latter Day Saint Church, America Serikat (USA) dalam sebuah pertemuan lintas iman yang berlangsung hangat dan penuh makna.Dalam kesempatan tersebut pada hari Selasa (21/4/2026).
H. Gugun Gumilar memperkenalkan keindahan arsitektur Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai ruang dialog dan pusat kegiatan yang terbuka bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang agama.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah pengenalan Terowongan Keberagaman, jalur penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Terowongan tersebut menjadi simbol nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Terowongan ini bukan sekadar akses fisik, tetapi juga melambangkan jembatan persaudaraan dan saling pengertian antara umat beragama,” ujar H. Gugun Gumilar.
Perwakilan Elders Sisters dari Latter Day Saint Church, America menyampaikan kekaguman mereka terhadap konsep toleransi yang diwujudkan secara nyata di Indonesia.
Mereka menilai keberadaan Masjid Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katedral serta terhubung melalui terowongan merupakan contoh inspiratif bagi dunia dalam membangun perdamaian dan harmoni lintas iman.
Pertemuan ini juga diisi dengan dialog mengenai peran komunitas keagamaan dalam memperkuat nilai-nilai moderasi, inklusivitas, dan kerja sama global dalam menghadapi tantangan intoleransi.
Diharapkan, pertemuan ini menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan komunitas keagamaan internasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai model keberhasilan dalam merawat keberagaman dan toleransi di tingkat global.
Penulis: Ast.Adv Yoshua Rivaldo
