RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Jombang terus berkomitmen meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, khususnya ancaman kebakaran. Sebagai langkah konkret, jajaran pengamanan Lapas Jombang melaksanakan pemeliharaan dan perawatan rutin sarana pemadam api.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Keamanan dan Tata Tertib didampingi oleh Kasubsi Keamanan beserta seluruh jajaran staf. Tak hanya melibatkan internal, Lapas Jombang juga bersinergi dengan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jombang untuk memastikan standar perawatan sesuai dengan regulasi keselamatan.
Perawatan dilakukan secara menyeluruh terhadap inventaris Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Beroda (APAB) yang tersebar di berbagai titik strategis Lapas. Proses perawatan dilakukan dengan cara Pengecekan Tekanan (Pressure) yaitu Memastikan jarum indikator berada pada zona hijau (tekanan optimal), Pemeriksaan Fisik dengan mengecek kondisi tabung dari korosi, memastikan selang (hose) tidak retak, dan segel masih utuh. Dilakukan juga Pengocokan Media dengan Melakukan teknik membolak-balikkan tabung secara perlahan untuk mencegah penggumpalan media pemadam di dalam tabung (khusus jenis dry chemical powder) dan Uji Fungsi Singkat guna Memastikan handle dan nozzle dapat berfungsi dengan baik saat digunakan. Selain itu, dilakukan juga Validasi Masa Berlaku yaitu Pendataan ulang masa kedaluwarsa media pemadam guna persiapan pengisian ulang secara berkala.
Kasi Kamtib Lapas Jombang menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian vital dari mitigasi bencana. “Perawatan ini kami lakukan guna menjaga agar APAR dan APAB selalu dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja jika terjadi keadaan darurat. Dengan peralatan yang berfungsi baik, kami dapat bertindak cepat demi menjaga Lapas Jombang tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Sinergi dengan Damkar Kabupaten Jombang juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi petugas pemasyarakatan mengenai teknik pemadaman api awal yang efektif. Dengan kondisi sarana prasarana yang terawat, diharapkan risiko fatal akibat kebakaran dapat diminimalisir sedini mungkin. (Mahmudah)
