RADAR BLAMBANGAN.COM.| LUMAJANG – Sejumlah elemen aktivis, serikat buruh, dan praktisi hukum berkumpul dalam acara Ngobar (Ngopi dan Ngobrol Bareng) di Warkem Toga, Lumajang, pada Jumat (1/5/2026).
Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional dengan mengusung tema yang kuat: “Buruh dan Reforma Agraria dalam Pandangan Hukum dan Gerakan: Yang Berjuang Pantas Jadi Pemenang”.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi berbagai elemen untuk menyuarakan ketimpangan hak atas tanah serta kesejahteraan buruh di Lumajang. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Jakarta.
Kolaborasi dan Dukungan Lintas Elemen
Pertemuan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan serikat pekerja di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Beberapa elemen yang turut mendukung kegiatan ini meliputi:
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
LIRA
Ormas Madas Nusantara Lumajang
P2T2 DAS Lumajang
DPC SBMI Lumajang
SARBUMUSI
SPSI
Praktisi Hukum Jawa Timur
Acara ini dikoordinasikan oleh Junaedi dan Romli Efendi yang memastikan jalannya konsolidasi berjalan lancar dan terarah.
Sesi Diskusi dan Pemaparan Narasumber
Dalam acara ini, dihadirkan sejumlah narasumber kompeten yang mengupas tuntas keterkaitan antara perlindungan buruh dan reforma agraria dari berbagai sudut pandang:
Ginan (Perwakilan KPA): Menyoroti urgensi reforma agraria untuk mengatasi ketimpangan penguasaan lahan dan memberikan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat kecil dan buruh tani.
Didik Sofyan (Perwakilan SPSI): Membahas tantangan kesejahteraan buruh saat ini, banyak buruh yang gajinya di bawah Upah Minimum Regional ( UMR ) dan perlunya kebijakan yang berpihak pada pekerja di Lumajang.
Rudi H. (Perwakilan Sarbumusi): Menekankan pentingnya solidaritas gerakan buruh dalam mengawal isu-isu ketenagakerjaan dan keadilan sosial.
Jarwoko (Perwakilan Advokat): Memberikan perspektif hukum mengenai hak-hak pekerja serta pendampingan bagi masyarakat yang terdampak sengketa agraria.
Melalui forum Ngobar ini, para aktivis dan perwakilan serikat buruh sepakat bahwa perjuangan kaum buruh dan perjuangan reforma agraria adalah dua hal yang saling berkaitan. Ketimpangan lahan berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk kaum buruh.
Dengan mengangkat tema “Yang Berjuang Pantas Jadi Pemenang”, forum ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kolektif untuk terus mengadvokasi kebijakan publik yang lebih adil dan merata di Lumajang.
( uzi )
