RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA, – Isu yang menyudutkan keluarga Astrodiarjo dengan tudingan sebagai pihak yang tidak loyal terhadap negara dan institusi Polri mendapat bantahan tegas. Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar dan justru mencederai rekam jejak panjang pengabdian keluarga tersebut terhadap bangsa dan negara.
Dalam berbagai kesempatan, pihak keluarga menegaskan bahwa tidak pernah ada ruang bagi pengkhianatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun Kepolisian Republik Indonesia. Tuduhan tersebut bahkan disebut sebagai narasi yang kontraproduktif dan berpotensi merugikan pihak yang menyebarkannya sendiri.
Secara historis, keluarga Astrodiarjo memiliki keterkaitan kuat dengan perjalanan institusi negara. Disebutkan bahwa sekitar sepertiga dari tim akademik AKABRI Sukabumi pada era 1967 berasal dari garis keturunan keluarga Astrodiarjo. Fakta ini menunjukkan kontribusi nyata dalam pembentukan sumber daya manusia di lingkungan pertahanan dan keamanan sejak masa awal pembangunan nasional.
Selain itu, sosok R. Mas MH Agus Rugiarto Astrodiarjo, SH., MH., yang merupakan cucu dari keluarga tersebut, saat ini dikenal aktif sebagai Ketua Umum Fast Respon Counter Polri. Perannya dalam mendukung kinerja Polri serta menjaga stabilitas sosial menjadi bukti konkret komitmen keluarga dalam menjaga marwah institusi negara.
Tak hanya di ranah hukum dan keamanan, keluarga Astrodiarjo juga memiliki keterlibatan dalam pelestarian budaya. Melalui peran sebagai penjabaran nilai-nilai budaya yang dikaitkan dengan Ratu Campak Brawijaya V, keluarga ini dinilai turut menjaga warisan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas Nusantara.
Dengan latar belakang tersebut, tudingan pengkhianatan dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Justru, keluarga Astrodiarjo menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garis depan dalam menjaga keutuhan negara, menjunjung tinggi Pancasila, serta mendukung penuh institusi Polri sebagai garda terdepan penegakan hukum di Indonesia. (Mahalik)
