RADAR BLAMBANGAN.COM, | GORONTALO — Pendiri Taman Baca Al-Qur’an, pengacara, sekaligus Ketua Umum FR Counter Polri, Agus Flores, menyampaikan pandangan tegas terkait arah pendidikan di Kota Gorontalo. Ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun karakter generasi muda, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga moral, agama, dan kesadaran bahaya narkoba sejak usia dini.
Dalam pernyataannya, Agus Flores menyoroti amanah yang diberikan oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kepada para kepala sekolah. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam mendidik siswa sebagai titipan orang tua.
“Sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat membentuk karakter. Pendidikan agama, moral Pancasila, serta sosialisasi bahaya narkoba harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar pendekatan edukasi dilakukan secara konkret, termasuk melalui peragaan visual seperti foto-foto dampak buruk narkoba. Menurutnya, metode ini efektif dalam menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa tentang ancaman serius penyalahgunaan narkotika.
Agus Flores meyakini, jika sebuah sekolah mampu menerapkan sistem pendidikan yang kuat dalam aspek moral dan kedisiplinan, maka kepercayaan masyarakat akan meningkat signifikan. Bahkan, ia menyebut bukan tidak mungkin anak-anak dari kalangan pejabat, aparat, hingga tokoh penting akan memilih sekolah tersebut.
“Orang tua pasti mencari sekolah yang mampu membentuk akhlak, bukan hanya nilai. Kalau itu diterapkan, sekolah akan jadi rujukan,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus juga menyinggung pentingnya jejaring pendidikan yang kuat, termasuk membuka akses komunikasi antara sekolah dengan para pemangku kebijakan di tingkat pusat. Ia menilai, kolaborasi tersebut dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk isu kriminalisasi terhadap tenaga pendidik.
Dalam penutupnya, Agus Flores mengingatkan agar para kepala sekolah tetap berpegang pada amanah yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
“Jalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Ini bukan hanya pekerjaan, tapi tanggung jawab besar untuk masa depan generasi bangsa,” pungkasnya. (Mahalik)
