RADAR BLAMBANGAN.COM, | TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat Jawa Timur. Tahun 2026 ini, Tulungagung menjadi daerah penyumbang terbanyak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diberangkatkan untuk program magang dan kerja profesional ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pelepasan ribuan peserta magang dan pekerja migran profesional oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di SMK Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Dari total 4.920 peserta se-Jawa Timur, sebanyak 1.628 peserta berasal dari Tulungagung. Jumlah itu menjadikan Tulungagung sebagai daerah dengan kontribusi terbesar dibanding kabupaten lain di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa lulusan SMK kini memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar kerja internasional. Menurutnya, sekolah kejuruan menjadi salah satu pilar penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang siap kerja dan mampu menjawab kebutuhan industri global.
“SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur menjadi bagian penting dalam membangun konektivitas dunia kerja internasional bagi generasi muda,” ujar Khofifah.
Para peserta program magang dan kerja profesional tersebut akan ditempatkan di berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab hingga Turki.
Menariknya, Jepang masih menjadi negara tujuan paling diminati para lulusan SMK Jawa Timur. Selain sektor manufaktur dan industri, para peserta juga akan bekerja di bidang teknologi, perhotelan, pertanian, pengelasan hingga sektor berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aris Agung Paewai, menjelaskan bahwa untuk wilayah Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan terdapat 1.790 peserta yang akan diberangkatkan ke luar negeri.
Rinciannya meliputi:
Tulungagung : 1.628 peserta
Trenggalek : 141 peserta
Pacitan : 21 peserta
“Tulungagung menjadi penyumbang peserta terbanyak tahun ini, baik dari SMK negeri maupun swasta,” terang Aris.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta telah menjalani pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa asing melalui lembaga pelatihan kerja (LPK). Kemampuan bahasa dinilai menjadi syarat utama agar para lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di negara tujuan.
Rencananya, ribuan peserta tersebut akan mulai diberangkatkan pada 20 Mei 2026 mendatang.
Program ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK di Jawa Timur, khususnya Tulungagung, semakin dipercaya dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus membawa nama baik daerah dan Indonesia di dunia internasional.
(BambangTriono)
