RADAR BLAMBANGAN.COM, | GIANYAR – Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, BNN Kabupaten Gianyar bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan deteksi dini melalui tes urine terhadap sopir angkutan barang maupun orang, Senin (18/5/2026) pagi.
Kegiatan operasi gabungan terpadu tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 09.25 WITA di SPBU Purnama sebelah barat Bali United Training Center, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Operasi gabungan ini melibatkan personel dari BNNK Gianyar, Polres Gianyar, Kodim 1616/Gianyar, BIN, Pomdam IX/Udayana, Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Satpol PP Kabupaten Gianyar, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar dengan total kekuatan sebanyak 45 personel.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung Kepala BNNK Gianyar Sudirman, S.Ag., M.M. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang terlibat serta menekankan agar pelaksanaan kegiatan dilakukan secara humanis dan profesional.
Selanjutnya pada pukul 08.45 WITA, personel gabungan melaksanakan pemeriksaan dan tes urine terhadap sopir angkutan barang maupun orang yang melintas di jalur Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Sukawati.
Kasatresnarkoba Polres Gianyar IPTU I Nyoman Agus Putra Ardiana, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pengemudi angkutan umum maupun barang.
“Melalui kegiatan deteksi dini ini, kami ingin memastikan para sopir angkutan barang dan orang bebas dari penyalahgunaan narkotika sehingga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan pemeriksaan agar kegiatan berjalan tertib dan lancar,” ujar IPTU I Nyoman Agus Putra Ardiana.
Ia juga menambahkan bahwa sinergitas lintas instansi sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Gianyar.
Dari hasil pemeriksaan dan tes urine terhadap 60 orang sopir angkutan barang maupun orang, tidak ditemukan adanya sopir dengan hasil positif narkotika atau nihil.
(Echa)
