RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Ketua Banyuwangi Creative Market (BCM) Taman Blambangan, Rahmat Hidayat, memberikan klarifikasi terkait keberadaan sejumlah pedagang yang berjualan di bawah kawasan bambu depan Gedung Gesibu. Ia menegaskan bahwa para pedagang tersebut tidak tergabung dalam komunitas BCM yang selama ini melakukan pengelolaan pelapak di area Taman Blambangan.
Rahmat menjelaskan, sejak awal penataan kawasan dilakukan, pelapak yang menjadi anggota BCM ditempatkan di sisi selatan lorong bambu. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keteraturan area publik sekaligus menyesuaikan fungsi ruang yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lokasi bermain pengunjung.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 171 pelapak aktif menjadi bagian dari BCM. Seluruh anggota komunitas tersebut berada dalam sistem koordinasi organisasi, mulai dari pengaturan lokasi berjualan hingga pengelolaan kebersihan kawasan.
Menurut Rahmat, keberadaan pedagang di luar kelompok BCM berada di luar kewenangan pihaknya. Karena itu, segala bentuk aktivitas maupun pengaturan terhadap pedagang nonanggota tidak menjadi tanggung jawab organisasi.
“Pelapak yang berada di luar komunitas BCM tidak berada dalam koordinasi kami,” ujarnya.
Sementara itu, suasana Taman Blambangan pada Minggu pagi (24/5/2025) tampak lebih padat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Antusiasme masyarakat yang memanfaatkan ruang terbuka publik tersebut untuk berolahraga maupun bersantai berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan taman.
Jumlah pedagang yang berjualan disebut mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Hingga siang hari, arus pengunjung masih terlihat ramai memadati kawasan Taman Blambangan untuk menikmati suasana akhir pekan sekaligus berburu kuliner maupun produk yang ditawarkan para pedagang.
Salah satu pengunjung, Tira Yulian, warga Kecamatan Singojuruh, mengaku nyaman beraktivitas di Taman Blambangan. Menurutnya, kondisi taman yang sejuk dan tersedianya berbagai pilihan makanan serta minuman menjadi nilai tambah bagi masyarakat.
“Setelah olahraga tidak perlu membawa bekal dari rumah karena di sekitar taman sudah banyak pilihan makanan dan minuman,” katanya.
Rahmat menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah pengunjung setiap akhir pekan menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha yang berada di bawah naungan BCM. Ramainya aktivitas masyarakat dinilai turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi para pelapak.
Selain itu, pihaknya terus menjaga penataan lapak agar aktivitas perdagangan berlangsung tertib dan memberikan peluang yang seimbang bagi seluruh anggota komunitas. Aspek kebersihan kawasan juga tetap menjadi perhatian melalui dukungan petugas khusus yang bertugas menjaga kondisi area berjualan tetap bersih setelah kegiatan berakhir.
“Alhamdulillah, pengunjung semakin bertambah dan penjualan para pelapak juga menunjukkan perkembangan yang baik,” ujar Rahmat.(syaf)
