RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Ada yang berbeda dengan suasana halaman Tengah LapasJombang Kanwil Ditjenpas Jawa Timur hari ini. Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, pihak Lapas menggelar kegiatan pembagian hasil panen pertanian organik yang dibudidayakan langsung oleh para Warga Binaan, Senin (25/05). Menariknya, hasil bumi yang segar dan berkualitas tersebut tidak hanya dinikmati secara internal, melainkan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar lapas serta para pengunjung yang telah melaksanakan layanan kunjungan tatap muka.
Para pengunjung yang telah melaksanakan kunjungan tampak terkejut sekaligus antusias ketika petugas membagikan paket sayur-mayur segar hasil panen WBP. Langkah inovatif ini dinilai mampu memberikan warna baru dan meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan publik di Lapas Jombang.
“Sama sekali tidak menyangka pulang dari lapas bawa sayuran segar. Ini gratis dan bersih sekali. Senang melihat warga binaan di sini bisa produktif dan hasilnya bermanfaat untuk orang luar,” ujar salah satu keluarga warga binaan yang sedang berkunjung.
Kalapas Jombang, Rino Soleh Sumitro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari hilirisasi program pembinaan kemandirian bidang agrobisnis di Lapas Jombang. Melalui kegiatan ini, Lapas Jombang ingin menunjukkan kepada publik bahwa proses pembinaan di dalam lapas berjalan dengan sangat baik dan menghasilkan produk yang bernilai guna.
“Kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui pembagian hasil panen ini, masyarakat dan pengunjung bisa melihat langsung bukti nyata dari proses pembinaan yang kami lakukan. Ini adalah karya positif dari warga binaan kita,” ungkap Kalapas.
Pembagian hasil panen kepada masyarakat dan pengguna layanan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Jombang dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Melalui aksi sosial ini, diharapkan stigma negatif tentang lapas perlahan terkikis, berganti dengan citra lapas yang produktif, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. (Mahmudah)
