### Alternatif Judul
1. **PC RMI NU Banyuwangi Dukung Deklarasi Nasional Pesantren Aman dan Tolak Kekerasan**
2. **PC RMI NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Wujudkan Pesantren Aman, Ramah, dan Humanis**
3. **Hadiri Deklarasi Nasional, PC RMI NU Banyuwangi Perkuat Gerakan Pesantrenku Aman
RADAR BLAMBANGAN.COM, | Pasuruan, – Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, dan humanis melalui partisipasinya dalam kegiatan Deklarasi Nasional Pesantrenku Aman yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Deklarasi Pesantren Aman dan Tolak Kekerasan” tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan pesantren yang berlandaskan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, penghormatan terhadap hak-hak santri, serta pembentukan akhlakul karimah.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan pembentukan moral generasi bangsa, pesantren dituntut untuk senantiasa menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.
Deklarasi nasional tersebut dihadiri oleh para pengasuh pesantren, pengurus RMI NU dari berbagai daerah, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama. PC RMI NU Banyuwangi turut ambil bagian melalui kehadiran Ketua PC RMI NU Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan nasional Pesantrenku Aman.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, dan Ketua RMI PBNU, KH. Hodri Ariev Hidayat. Dalam kesempatan tersebut, keduanya menegaskan pentingnya membangun sistem perlindungan santri yang terintegrasi serta memperkuat budaya pesantren yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keamanan, dan penghormatan terhadap martabat peserta didik.
Ketua PC RMI NU Banyuwangi, Dr. KH. Ahmad Munib Syafa’at, menyampaikan bahwa deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pesantren Nahdlatul Ulama, khususnya di Banyuwangi, dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan ilmu, akhlak, dan karakter santri.
“Pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri untuk belajar, berkembang, dan membangun karakter. Nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan harus terus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren,” ujarnya.
Melalui gerakan Pesantrenku Aman, diharapkan seluruh pesantren semakin memperkuat sistem perlindungan santri dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlakul karimah, dan memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.(hkl)
