RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Sebuah pesan penuh makna dan emosional disampaikan Raden Kusnandar kepada putranya, Agus Flores, saat berada di Kantor Hercules di Jakarta. Nasihat itu bukan sekadar petuah seorang ayah kepada anaknya, melainkan sebuah warisan nilai tentang kehormatan, pengabdian, dan penghormatan kepada pemimpin bangsa.
Raden Kusnandar, yang merupakan putra pertama Raden Kusman Astrodiarjo, mantan Mantri Pengairan Residen Besuki, mengaku meyakini bahwa putranya tidak akan pernah berpaling dari nilai-nilai yang selama ini ditanamkan dalam keluarga.
Dengan nada tegas namun penuh kasih sayang, ia menyampaikan pesan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatan Agus Flores.
“Darahmu, Nak, 99 persen darah Bhayangkara. Jangan sekali-kali durhaka kepada Bapak Presiden. Usianya sama dengan Ayahmu. Dan Kapolri pun anggaplah sebagai kakakmu. Jika kamu durhaka kepada mereka, sama halnya kamu durhaka kepada orang tua dan kakakmu,” ujar Raden Kusnandar.
Kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan biasa. Di balik kata-kata itu tersimpan filosofi tentang penghormatan kepada negara, pemimpin, dan institusi yang menjadi penjaga keutuhan bangsa.
Bagi Raden Kusnandar, pengabdian kepada negara tidak hanya diwujudkan melalui tindakan, tetapi juga melalui sikap hormat kepada pemimpin yang mengemban amanah rakyat. Karena itu, ia menanamkan kepada putranya agar selalu menjaga loyalitas, etika, dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agus Flores mengaku pesan sang ayah menjadi pegangan hidup yang tidak pernah dilupakannya. Baginya, nasihat tersebut merupakan amanah keluarga yang harus dijaga dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, pesan seorang ayah itu menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada pemimpin bangsa dan institusi negara bukanlah soal kepentingan pribadi, melainkan bagian dari nilai pengabdian yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Nasihat yang lahir dari seorang tokoh keluarga Besuki itu kini terus hidup dalam perjalanan Agus Flores, sebagai pengingat bahwa kehormatan, loyalitas, dan rasa hormat kepada bangsa adalah warisan yang nilainya tak pernah lekang oleh waktu.***
