RADAR BLAMBANGAN.COM, | Mojokerto – Ketua Persit KCK Cabang XXX Kodim 0815, Ny. Anjani Abi Swanjoyo, kembali menjadi narasumber dalam kegiatan parenting bertajuk “Peran Orang Tua dalam Menguatkan Karakter Remaja (Komunikasi Efektif) dan Tips Menjadi Remaja Berkarakter Hebat” yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (14/06/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Kelurahan Gedongan tersebut diikuti para orang tua dan remaja sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
Dalam pemaparannya, Ny. Anjani Abi Swanjoyo menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak. Menurutnya, orang tua tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga menjadi teladan yang akan ditiru oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak dan remaja ibarat spons yang menyerap apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan terdekatnya. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi kunci utama dalam membangun karakter yang kuat dan positif,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, maupun sosial. Pada fase tersebut, remaja membutuhkan pendampingan yang tepat agar mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang baik.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anak melalui pendekatan dialogis, bukan sekadar memberikan perintah atau larangan. Menurutnya, komunikasi dua arah akan membuat anak merasa dihargai, didengar, dan lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan maupun permasalahan yang dihadapi.
“Anak-anak zaman sekarang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan pola pikir yang kritis. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik serta memberikan penjelasan yang bijak agar tercipta hubungan yang harmonis dalam keluarga,” tambahnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan dan penggunaan media sosial. Di era digital saat ini, pengaruh lingkungan dan media sosial sangat besar terhadap pembentukan pola pikir serta perilaku remaja. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu menjadi pendamping sekaligus pengarah agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Anjani juga menjelaskan berbagai pola asuh yang umum diterapkan dalam keluarga, mulai dari permisif, otoriter, hingga autoritatif. Ia menilai pola asuh autoritatif atau seimbang merupakan pendekatan yang paling ideal karena mengombinasikan kasih sayang, kedisiplinan, serta pemberian ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat.
Melalui kegiatan ini diharapkan para orang tua semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak baik, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Sementara bagi para remaja, kegiatan ini menjadi bekal untuk memahami potensi diri, menjaga pergaulan yang sehat, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
(Mudah)
