RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi melalui Biro Aksi dan Advokasi menggelar Konsolidasi Akbar sebagai wadah penyatuan persepsi dan penguatan gerakan mahasiswa dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai semakin kompleks.
Kegiatan yang mengusung semangat perjuangan dan kepedulian terhadap kondisi bangsa ini mengundang seluruh elemen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, serta pemuda untuk bersama-sama merumuskan langkah strategis dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
Dalam seruan yang disampaikan BEM Untag 45 Banyuwangi, mahasiswa menilai berbagai kebijakan yang lahir belakangan ini semakin menjauh dari harapan masyarakat. Janji-janji yang disampaikan di ruang kekuasaan dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam realitas yang dirasakan oleh rakyat di tingkat bawah.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan yang terjadi. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan menjaga arah perjalanan demokrasi,” demikian salah satu poin seruan dalam Konsolidasi Akbar tersebut.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang diskusi terbuka bagi mahasiswa untuk menyamakan persepsi, memperkuat solidaritas gerakan, serta merumuskan agenda perjuangan yang konstruktif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dengan semangat intelektual dan keberpihakan kepada rakyat, Konsolidasi Akbar BEM Untag 45 Banyuwangi menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan penjaga nilai-nilai demokrasi di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.***
