RADAR BLAMBANGAN.COM, | Gorontalo – Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke proyek Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Jumat (19/6/2026), menghadirkan momen penuh makna.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel, turut mendampingi sekaligus berbagi kisah perjalanan panjang pembangunan bendungan yang kini hampir mencapai garis akhir.
Turut hadir dalam peninjauan itu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, serta Bupati Bone Bolango Ismet Mile.
Bagi Rachmat Gobel, kehadiran Wakil Presiden di Bendungan Bulango Ulu bukan sekadar kunjungan kerja untuk meninjau perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Momen tersebut juga menjadi pengingat atas perjalanan panjang sebuah infrastruktur yang sejak awal diperjuangkannya agar dapat terwujud demi masa depan Gorontalo.
Saat meninjau area bendungan bersama Wapres Gibran, Gobel sempat menunjukkan sebuah titik yang memiliki nilai historis tersendiri. Di lokasi itu, ia mengenang kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, yang pernah datang langsung meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu.
“Di titik ini, Pak Jokowi pernah berdiri saat meninjau perkembangan pembangunan bendungan,” ungkap Gobel kepada Wapres Gibran sambil menunjukkan lokasi yang menjadi bagian dari perjalanan proyek tersebut.
Percakapan singkat itu menjadi simbol kesinambungan pembangunan nasional. Bendungan Bulango Ulu merupakan salah satu proyek yang mulai mendapatkan perhatian besar pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan kini terus berlanjut di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejak tahap perencanaan, Rachmat Gobel dikenal sebagai salah satu figur yang aktif mengawal lahirnya proyek tersebut. Berbagai komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar Bendungan Bulango Ulu tetap menjadi prioritas pembangunan nasional.
Perjuangan itu bahkan semakin berat ketika pandemi COVID-19 melanda dan pemerintah melakukan penyesuaian anggaran secara besar-besaran. Pada masa itu, proyek Bendungan Bulango Ulu sempat menghadapi ancaman untuk keluar dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Namun Gobel terus melakukan berbagai langkah dan komunikasi intensif dengan kementerian terkait agar proyek tersebut tetap berjalan.
Menurutnya, Bendungan Bulango Ulu memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi Gorontalo karena mampu menjadi motor penggerak pembangunan dalam jangka panjang.
Kini, pembangunan bendungan tersebut telah memasuki fase akhir dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur paling vital di Gorontalo. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga akan memperkuat sistem irigasi pertanian, mendukung penyediaan energi, serta membuka peluang pengembangan sektor perikanan, pariwisata, dan UMKM.
Rachmat Gobel menilai kehadiran Bendungan Bulango Ulu harus menjadi titik awal transformasi ekonomi daerah yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Bulango Ulu bukan hanya sebuah bendungan. Ini adalah fondasi bagi masa depan Gorontalo. Karena itu, seluruh potensi yang lahir dari keberadaan bendungan ini harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gobel.
Ia juga menegaskan bahwa Bendungan Bulango Ulu merupakan salah satu karya pembangunan nasional yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Gorontalo.
Karena itu, seluruh pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan strategi pemanfaatan kawasan secara terintegrasi, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pengembangan ekonomi produktif lainnya.
“Bulango Ulu adalah aset besar dan peluang emas bagi Gorontalo. Dengan pengelolaan yang tepat, bendungan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat lintas generasi,” pungkasnya.(mh)
