RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Mengisi malam pergantian tahun dengan semangat refleksi dan kepedulian sosial, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim menggelar kegiatan Aksi dan Refleksi Akhir Tahun 2025 bertajuk “Banyuwangi Lebih Baik di Tahun 2026”, Rabu malam (31/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi tersebut dipimpin langsung oleh Adam Rizky Pratama, Sekretaris Umum HMI Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim, dan diikuti oleh tujuh orang kader.
Sekitar pukul 20.00 WIB, massa HMI tiba di lokasi dengan membawa sejumlah atribut berupa banner bertuliskan “Catatan dan Evaluasi Cendekiawan Muslim untuk Kabupaten Banyuwangi Menghadapi Tahun Duka”, Bendera Merah Putih, serta megaphone sebagai alat orasi.
Dalam orasinya pada pukul 20.05 WIB, Adam Rizky Pratama menyampaikan bahwa pergantian tahun 2025 menuju 2026 menyisakan berbagai persoalan serius bagi Kabupaten Banyuwangi. Ia menyoroti persoalan tambang PT Bumi Suksesindo (BSI) yang menurutnya bukan hanya menyangkut emas, tetapi juga berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat yang selama ini terabaikan.
Adam juga menyinggung adanya dugaan tekanan terhadap seorang guru yang mempertanyakan persoalan tambang Tumpang Pitu, namun justru mendapat sanksi. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti adanya intervensi kekuasaan yang tidak adil terhadap suara rakyat. Ia menegaskan bahwa negara sejatinya mewajibkan adanya jaminan reklamasi demi mencegah kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana di masa depan.
Penyampaian dilanjut oleh beberapa kader HMI Kom Cendikiawan Muslim yaitu Rizki, Edo, Arif, Erick, Jaky, Ardi.
Selanjutnya pada pukul 20.15 WIB, orasi dilanjutkan oleh Al-Ma’arif yang mengkritisi kondisi pemerintahan daerah. Ia menyoroti banyaknya jabatan Pelaksana Tugas (PLT) di sejumlah dinas yang dinilainya menciptakan ketidakpastian arah kebijakan serta berdampak terhadap kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Kami menolak pembangunan yang tumbuh dari kehancuran, kami menolak kemajuan yang melahirkan bencana,” tegas Al-Ma’arif dalam orasinya. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memahami kondisi hutan yang tengah menghadapi ancaman nyata serta meningkatkan tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian lingkungan.
Sekitar pukul 20.25 WIB, kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.. yang hadir memberikan sambutan. Dalam penyampaiannya, Kapolresta menyampaikan apresiasi atas kegiatan refleksi yang dilakukan HMI sebagai bentuk evaluasi demi perbaikan di tahun mendatang.
“Refleksi tahun 2025 ini penting agar kita berbenah di 2026. Saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai pengingat kekurangan yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta juga berpamitan kepada peserta aksi karena akan segera berpindah tugas. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat kesalahan baik secara pribadi maupun institusional.
“Kami berharap rekan-rekan HMI terus mendedikasikan pikiran dan tenaga untuk Banyuwangi agar daerah ini semakin baik dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tutupnya.
Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 20.35 WIB dengan pembacaan tuntutan massa oleh perwakilan HMI. Beberapa tuntutan tersebut antara lain:
1. Audit terbuka pengawasan lingkungan oleh Pemda Banyuwangi di kawasan Tumpang Pitu.
2. Pembukaan data kontribusi pajak dan PAD PT Bumi Suksesindo kepada publik.
3. Transparansi penggunaan pendapatan tambang untuk kepentingan rakyat.
4. Jaminan kebebasan berekspresi tanpa intimidasi bagi warga yang mengkritik kebijakan.
5. Pemulihan hak dan nama baik guru honorer yang kehilangan hak bersuara.
HMI menegaskan bahwa apabila pemerintah tidak membuka diri terhadap aspirasi publik, maka rakyat akan terus mengingatkan karena pemerintah wajib bertanggung jawab kepada masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama pada pukul 20.45 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui refleksi ini, HMI Cabang Banyuwangi Komisariat Cendekiawan Muslim berharap tahun 2026 menjadi momentum perbaikan serius bagi Banyuwangi menuju pemerintahan yang lebih adil, transparan, berkelanjutan, dan berpihak kepada rakyat.***
