RADAR BLAMBANGAN.COM, | PASURUAN, 26 Juni 2026 – Kondisi jembatan dan ruas jalan utama yang menjadi akses penghubung pemukiman warga di Dusun Babatan, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, hingga kini masih memprihatinkan. Padahal, sejak awal kerusakan dinyatakan sebagai tanggung jawab Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan.
Kerusakan tersebut bermula dari peristiwa longsor yang terjadi pada Oktober 2025 dini hari. Hingga berbulan-bulan berlalu, belum terlihat adanya langkah perbaikan maupun pembangunan kembali pada jembatan dan jalan yang rusak tersebut.
Kepala Dusun Babatan, Pandu, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melaporkan kejadian longsor kepada Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB), yang kemudian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
“Keesokan paginya kami langsung melaporkan kejadian ini ke FPRB, dan laporan segera diteruskan ke BPBD Kabupaten Pasuruan. Bahkan siang harinya tim BPBD sudah turun melakukan peninjauan langsung ke lokasi,” ujarnya.
Menurut Pandu, hasil survei yang dilakukan saat itu menyatakan secara tegas bahwa pembangunan maupun perbaikan jembatan bukan merupakan kewenangan penanganan darurat bencana, melainkan menjadi tanggung jawab Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan.
“Hasil survei saat itu menyebutkan bahwa penanganan jembatan ini sepenuhnya menjadi kewenangan Bina Marga,” jelasnya.
Berbagai upaya juga telah dilakukan warga untuk memperjuangkan perbaikan akses tersebut. Salah satunya melalui komunikasi dengan anggota DPRD setempat agar permasalahan segera mendapatkan perhatian.
“Kami sudah berkomunikasi dengan anggota DPRD daerah. Beliau langsung menghubungi Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan untuk menanyakan kepastian penanganan. Namun jawabannya tetap sama, yakni jembatan ini akan ditangani oleh Bina Marga dan tinggal menunggu jadwal pelaksanaan,” tambah Pandu.
Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai. Padahal, ruas jalan dan jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital yang digunakan ratusan kepala keluarga di Dusun Babatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang berlubang, tidak rata, serta mengalami longsor pada beberapa bagian tepi jalan. Saat musim hujan, genangan air dan lumpur menutupi hampir seluruh badan jalan sehingga membahayakan pengguna. Sementara itu, kondisi jembatan terlihat mengalami kerusakan cukup parah pada bagian penahan maupun lantai jembatan tanpa adanya perawatan.
Akibatnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Warga kesulitan mengantar anak ke sekolah, menuju lahan pertanian, hingga mengangkut hasil panen seperti padi dan jagung. Selain meningkatkan biaya transportasi, kondisi jalan yang rusak juga memperbesar risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan.
Akses menuju fasilitas kesehatan pun ikut terdampak, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan secara cepat.
Berdasarkan pemetaan jalan daerah, ruas tersebut memang berada dalam lingkup tanggung jawab pemeliharaan dan pembangunan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan. Namun hingga kini belum ada informasi resmi yang disampaikan kepada masyarakat terkait alokasi anggaran, jadwal pelaksanaan pekerjaan, maupun kendala teknis dan administratif yang menyebabkan penanganan belum direalisasikan.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian sekaligus langkah nyata agar akses utama masyarakat Dusun Babatan dapat kembali berfungsi dengan aman dan layak digunakan.(Lim86)
