RADAR BLAMBANGAN COM| MOJOKERTO – Di tengah gempuran media sosial dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Media Center menggelar sebuah pameran seni yang bertujuan untuk mendekatkan kembali karya jurnalistik kepada masyarakat luas. Rabu, (8/7/26)
Acara bertajuk “Pameran Lukisan dan Fotografi: Merekam Realitas, Merawat Budaya” ini resmi dibuka di Sunrise Mall Mojokerto. Pameran ini menyuguhkan karya-karya dari tiga jurnalis asal Mojokerto, yaitu Diak Eko, Sofanka, dan Prayogi, serta turut didukung oleh partisipasi dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya dan Malang.
Menyaring Informasi di Era Digital
Perwakilan panitia, Mas Safi, mengungkapkan bahwa acara ini dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap kecepatan informasi media sosial yang kerap menggeser posisi media massa konvensional. Melalui pameran foto jurnalistik dan lukisan ini, diharapkan masyarakat ingat kembali fungsi penting media massa sebagai penyaring (filter) informasi.
“Hari ini kita tahu bahwa media massa seperti kurang cepat dibanding media sosial. Di tengah banjir informasi saat ini, terlebih di zaman AI di mana tulisan, foto, bahkan video bisa direkayasa (diciptakan), kebenaran informasi menjadi dipertanyakan. Kami ingin pameran ini menjadi pengingat bahwa ada media massa yang senantiasa menjaga ketepatan informasi,” ujar Safi saat diwawancarai di lokasi acara.
Apresiasi untuk Dukungan Para Pejabat Daerah
Pembukaan pameran ini turut dihadiri secara langsung oleh sejumlah pejabat daerah setempat. Pihak panitia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan apresiasi yang diberikan. Kehadiran para tokoh dinilai menjadi legitimasi kuat bahwa kegiatan ini digarap secara serius dan matang lewat proses kurasi yang memakan waktu hampir dua bulan.
Sebagian Hasil Penjualan Karya untuk Donasi
Terkait adanya rencana lelang karya, Safi menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada agenda resmi dari panitia untuk mengadakan lelang. Kendati demikian, pihak panitia membuka kesempatan bagi pengunjung yang berminat untuk membeli karya lukisan maupun fotografi yang dipajang.
Menariknya, panitia berkomitmen untuk menyisihkan sebagian hasil dari penjualan karya tersebut untuk didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan atau pihak yang berhak menerima.
Pameran seni yang edukatif ini akan berlangsung cukup lama, mulai dari tanggal 1 Juli hingga berakhir pada 31 Agustus 2026. Bagi warga Mojokerto dan sekitarnya yang ingin menikmati rekaman realitas dan rawatan budaya lewat lensa serta kuas para jurnalis, dapat langsung mengunjungi Sunrise Mall Mojokerto. (Mahmudah)
