RADAR BLAMBANGAN.COM, | KEDIRI – Suasana sakral dan penuh takzim menyelimuti Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pada Jumat pagi (10/7/2026). Di bawah naungan bulan suci Muharram 1448 Hijriah—atau yang akrab dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro—Pemerintah Desa Tarokan bersama jajaran Polsek Tarokan menggelar ritual ziarah ke makam para leluhur dan pendiri desa.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah refleksi spiritual untuk menghormati sejarah, merawat kearifan lokal, sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.
Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tarokan, Bapak Supadi yang didampingi oleh Ibu, rombongan bergerak dengan khidmat menuju empat situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual mendalam bagi warga setempat.
Rute ziarah dimulai dari Makam Mbah Demang Palang di Dusun Tarokan, sosok yang dihormati sebagai salah satu pembuka jalannya peradaban desa. Perjalanan spiritual kemudian dilanjutkan menuju Petilasan Sendang Lanang dan Petilasan Sendang Wedok yang juga terletak di Dusun Tarokan—dua situs mata air purba yang sarat akan filosofi kehidupan masyarakat Jawa. Ziarah sakral ini dipungkasi di Makam Kerti Yudho yang terletak di Dusun Pilangbangu, tempat bersemayamnya tokoh pejuang dan pendiri yang meletakkan dasar-dasar Desa Tarokan.
Di setiap titik pemberhentian, lantunan doa dan ayat-ayat suci bergema, dipandu oleh Bapak Tarman selaku juru kunci makam. Suasana hening dan khusyuk begitu terasa, memadukan nuansa spiritual Islam dengan penghormatan mendalam terhadap budaya leluhur.
Hadir langsung memimpin jalannya pengamanan dan melebur dalam doa, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., membagikan kesan mendalamnya mengenai esensi dari ritual tahunan di bulan Suro ini. Bagi AKP Priyo, ziarah ini melampaui tugas kedinasan formal; ini adalah sebuah perjalanan batin sekaligus jembatan untuk memperkuat keamanan wilayah.
“Ada getaran spiritual yang sangat kuat ketika kita berdiri di tempat para pendiri desa ini bersemayam. Di tengah heningnya makam leluhur dan gemercik air petilasan Sendang Lanang dan Wedok, kita diingatkan betapa kecilnya kita, dan betapa besarnya jasa mereka yang telah babat alas (membuka jalan) untuk kehidupan yang kita nikmati saat ini. Ini adalah momen jeda yang sangat menyejukkan jiwa di tengah padatnya tugas kepolisian.” Ujar AKP Priyo
Lebih lanjut, AKP Priyo menekankan filosofi mendalam bulan Suro sebagai fondasi utama dalam menjaga Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Tarokan.
“Bulan Suro atau Muharram adalah waktu untuk ‘mulat sariro’—introspeksi diri dan membersihkan hati. Momentum sakral ini harus kita jadikan fondasi spiritual untuk memperkuat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. Keamanan tidak bisa berdiri sendiri. Terinspirasi dari kerukunan para leluhur, mari kita satukan visi untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga Harkamtibmas di wilayah Tarokan. Jika silaturahmi kita sejuk dan sinergi kita kokoh, maka segala potensi gangguan keamanan bisa kita tangkal bersama.” Imbuhnya
Sebagai penutup dari untaian refleksinya, AKP Priyo menyampaikan sebuah pesan pamungkas yang menyentuh sanubari, sebuah pengingat tentang hakikat pengabdian dan warisan generasi:
“Pada akhirnya, ziarah ini mengingatkan kita semua bahwa kita pun kelak akan menjadi sejarah. Pertanyaannya, warisan apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita di Tarokan ini? Mari kita pastikan bahwa kita meninggalkan warisan berupa wilayah yang aman, masyarakat yang rukun, dan kedamaian yang abadi. Tugas kita hari ini adalah menjaga api semangat perjuangan para leluhur agar tetap menyala dalam wujud kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Itulah esensi sejati dari perayaan bulan Suro.” Pungkasnya
Kehadiran unsur pimpinan kecamatan dan desa menegaskan bahwa menjaga tradisi dan keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Kapolsek Tarokan hadir didampingi jajaran personel utamanya, antara lain Kanit Intel IPTU Dian Eko, Kanit Binmas IPDA Suyono, PS. Kanit Provost AIPTU Candra H., S.H., dan PS. Kanit Reskrim AIPDA Puji Nuyanto, S.H. Turut hadir pula Ketua BPD Desa Tarokan Ibu Yayuk Arifin beserta anggota, serta garda depan keamanan desa, BKTM Tarokan AIPTU Sunarko dan Babinsa Tarokan Serda Agung ST.
Semangat kebersamaan yang tulus ini menjadi bukti nyata implementasi semboyan Polres Kediri Kota “SEKARTAJI” (Selaras, Karomah, Tangguh, Terpuji). Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian ziarah makam leluhur berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kelancaran, meninggalkan kesan spiritual yang mendalam serta komitmen baru untuk menjaga kedamaian Bumi Tarokan.
(Ela Susanti)
