RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI, – Kelancaran penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk kembali menjadi perhatian serius. Kali ini, sorotan datang dari kalangan legislatif yang menilai sistem Inaportnet justru menjadi salah satu faktor yang memperlambat arus layanan di pelabuhan.
Dalam pembahasan bersama pihak terkait, seorang anggota DPR RI mengungkapkan bahwa penerapan sistem digital tersebut masih menyisakan berbagai persoalan teknis yang berdampak pada operasional penyeberangan. Kondisi itu dinilai memicu antrean kendaraan, memperpanjang waktu tunggu kapal, hingga mengganggu kelancaran distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Bali.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan pelabuhan seharusnya mampu mempercepat proses administrasi dan meningkatkan efisiensi. Namun apabila implementasinya belum berjalan optimal, sistem justru berpotensi menjadi hambatan baru bagi aktivitas penyeberangan.
Karena itu, pemerintah diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Inaportnet, termasuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan memastikan kesiapan infrastruktur pendukung agar pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tidak terus mengalami kendala.
Lintasan Ketapang–Gilimanuk merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia yang berperan penting dalam mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan logistik nasional. Setiap gangguan operasional di lintasan ini dinilai dapat menimbulkan dampak berantai terhadap aktivitas ekonomi di Pulau Jawa dan Bali.
Sorotan DPR tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi sistem pelayanan pelabuhan agar digitalisasi benar-benar menghadirkan kemudahan, bukan justru menambah hambatan bagi pengguna jasa penyeberangan.(mh)
