RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Gebyar Jalan Sehat dan Pameran UMKM yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM pada Minggu, 4 Januari 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta lembaga pendidikan madrasah.
Salah satu agenda pendukung kegiatan tersebut adalah penampilan seni budaya daerah, yakni Tari Gandrung Lanang yang dibawakan oleh Gilang Ilham, guru seni budaya Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Banyuwangi, Kecamatan Genteng. Penampilan ini menarik perhatian peserta karena merepresentasikan bentuk awal Tari Gandrung Banyuwangi yang secara historis ditarikan oleh laki-laki.
Secara historis, Tari Gandrung Lanang merupakan fase awal perkembangan kesenian Gandrung di Banyuwangi, sebelum kemudian mengalami transformasi sosial dan kultural sehingga lebih dikenal sebagai tarian yang dibawakan oleh penari perempuan. Oleh karena itu, penampilan Gandrung Lanang dalam kegiatan ini memiliki nilai edukatif, khususnya dalam upaya pelestarian dan pengenalan sejarah seni tradisi lokal kepada masyarakat luas.
Gilang Ilham menyampaikan bahwa penampilan tersebut dimaksudkan sebagai media edukasi budaya, terutama bagi generasi muda, agar memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap akar sejarah dan dinamika perkembangan seni tradisional Banyuwangi. Menurutnya, pemahaman terhadap aspek historis kesenian lokal penting untuk memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Kepala MTsN 8 Banyuwangi menegaskan bahwa madrasah secara konsisten mendorong integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Keterlibatan guru dalam kegiatan kebudayaan, baik di lingkungan internal maupun eksternal madrasah, dipandang sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi nonakademik peserta didik.
Melalui kegiatan ini, peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai wahana penguatan sinergi antara nilai keagamaan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Pendekatan integratif tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang rukun, berdaya saing, dan berkelanjutan.(syaf)
