RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Peta kekuatan sosial masyarakat Banyuwangi mulai bergerak. Barisan Tani dan Nelayan (BARISTAN) Banyuwangi resmi dideklarasikan sebagai wadah perjuangan yang menyatukan petani dan nelayan dalam satu barisan untuk memperjuangkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengawal masa depan pembangunan daerah.
Kehadiran BARISTAN menjadi sinyal lahirnya gerakan baru yang bertekad menyuarakan kepentingan para petani dan nelayan secara lebih terorganisasi. Organisasi ini digagas oleh Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, pembangunan infrastruktur, serta ketahanan pangan.
BARISTAN dibentuk bukan sekadar menjadi organisasi masyarakat biasa, melainkan sebagai wadah perjuangan yang menghimpun kekuatan petani dan nelayan agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka. Di sisi lain, organisasi ini juga diproyeksikan menjadi relawan inti yang siap mengawal dan mendukung langkah pengabdian Guntur Priambodo menuju kontestasi politik tahun 2029.
Menurut Guntur, petani dan nelayan merupakan pilar utama ketahanan pangan nasional. Namun hingga kini, berbagai persoalan klasik masih membayangi kehidupan mereka, mulai dari sulitnya akses sarana produksi, fluktuasi harga hasil panen dan tangkapan, hingga perlindungan terhadap sumber daya alam yang menjadi sumber penghidupan.
“Petani dan nelayan adalah pilar utama ketahanan pangan nasional. BARISTAN hadir agar suara mereka tidak lagi terpecah dan perjuangan meningkatkan kesejahteraan dapat dilakukan secara bersama-sama,” tegas Guntur.
Berbekal pengalaman panjang mengelola birokrasi dan pembangunan, Guntur menegaskan bahwa pengabdiannya kepada masyarakat tidak berhenti pada jabatan yang pernah diembannya. Melalui BARISTAN, ia ingin memastikan setiap langkah perjuangan benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil yang selama ini menjadi penyangga kebutuhan pangan bangsa.
“Pengabdian saya tidak berhenti di jabatan mana pun. Melalui BARISTAN, saya ingin memastikan setiap kebijakan dan langkah yang diambil benar-benar berpihak pada mereka yang bekerja keras di ladang maupun di laut,” ujarnya.
BARISTAN Banyuwangi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar petani dan nelayan, untuk bergandengan tangan membangun pertanian yang modern dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan, serta mewujudkan Banyuwangi yang semakin mandiri, kuat, dan bermartabat.
Dengan semangat kebersamaan yang diusungnya, BARISTAN optimistis mampu menjadi motor penggerak perubahan bagi sektor pertanian dan perikanan Banyuwangi. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang perjuangan yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat akar rumput sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah menuju masa depan yang lebih sejahtera.(mh)
