RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program Mini Garden sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Program ini menyasar ibu-ibu PKK agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang menghasilkan berbagai jenis tanaman sayuran.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan taman sayur sebagai proyek percontohan, tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga yang berkelanjutan.
Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar pekarangan rumah warga di Desa Rejoagung masih belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi itu dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan mengenai teknik budidaya tanaman serta belum adanya contoh nyata yang dapat dijadikan acuan.
Menjawab kondisi tersebut, Tim KKN Kelompok 17 membangun satu unit Mini Garden sebagai pilot project. Kebun mini tersebut dilengkapi berbagai jenis tanaman sayuran, media tanam yang tertata rapi, serta sistem penyiraman sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat dengan biaya terjangkau.
Sebelum pembangunan dilakukan, mahasiswa KKN menggelar sosialisasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pentingnya ketahanan pangan rumah tangga, teknik budidaya tanaman pekarangan, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan dari pemanfaatan lahan di sekitar rumah. Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami sekaligus mempraktikkan teknik bercocok tanam secara sederhana.
Setelah sosialisasi, pembangunan Mini Garden dilaksanakan di pekarangan salah satu warga sebagai lokasi percontohan. Tahapan kegiatan meliputi penataan lahan, pemasangan media tanam, penanaman berbagai jenis sayuran, hingga penyediaan sistem penyiraman yang memudahkan proses perawatan tanaman.
Keberadaan Mini Garden diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi kebun produktif yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Hasil evaluasi yang dilakukan tim KKN melalui observasi, diskusi, dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengelola pekarangan rumah. Bahkan, sejumlah anggota PKK menyatakan komitmennya untuk mengembangkan konsep Mini Garden di rumah masing-masing.
Koordinator program, Donny Fahmi Fahrizal, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari berdirinya taman sayur sebagai luaran fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.
Melalui program ini, KKN Kelompok 17 Desa Rejoagung berharap budaya bercocok tanam di pekarangan dapat terus berkembang sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.***
