RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BATULICIN – Suasana berbeda kini terasa di Lapas Kelas III Batulicin. Di balik jeruji besi, semangat membangun masa depan terus digelorakan melalui pembaruan Pojok Baca yang kini tampil lebih modern, nyaman, dan representatif sebagai pusat literasi bagi para Warga Binaan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui budaya membaca. Pojok Baca yang sebelumnya berada di area altar Masjid At-Taubah kini dipindahkan ke ruangan baru dengan desain lebih terbuka, dilengkapi dekorasi menarik dan tanaman hias sehingga menghadirkan suasana yang lebih kondusif untuk belajar.
Tak hanya wajahnya yang berubah, koleksi buku juga semakin lengkap. Ratusan buku bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu menambah ragam bacaan, mulai dari buku keagamaan, pengetahuan umum, keterampilan hingga berbagai referensi yang diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir para Warga Binaan.
Layanan Pojok Baca dibuka setiap Senin hingga Kamis pukul 08.00–11.00 WITA. Para Warga Binaan juga diberi kesempatan meminjam buku selama tujuh hari untuk dibaca di blok hunian, sehingga budaya literasi dapat terus tumbuh di lingkungan lapas.
Menariknya, pengelolaan ruang baca ini turut melibatkan dua Warga Binaan yang dipercaya mengelola administrasi peminjaman, menata koleksi buku, hingga menjaga kenyamanan ruang baca di bawah pendampingan petugas pembinaan.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa literasi merupakan salah satu kunci penting dalam membentuk karakter dan mempersiapkan Warga Binaan agar siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Kami sangat mendukung pengembangan Pojok Baca sebagai pusat pembelajaran di Lapas Batulicin. Saya berharap seluruh Warga Binaan semakin aktif memanfaatkan fasilitas ini untuk membangun kebiasaan membaca, memperkaya pengetahuan, dan meningkatkan kualitas diri sehingga pembinaan yang dijalani benar-benar memberikan manfaat nyata sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat,” tegas Thoha.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menyebut pembaruan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan minat baca para Warga Binaan sekaligus memperkuat proses pembinaan berbasis literasi.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial Y mengaku lebih bersemangat menghabiskan waktu luang dengan membaca sejak ruang tersebut diperbarui.
“Ruangan Pojok Baca sekarang jauh lebih nyaman dan koleksi bukunya juga semakin banyak. Saya merasa lebih termotivasi untuk membaca karena suasananya mendukung, sehingga setiap buku yang kami baca menjadi bekal pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan,” ungkapnya.
Dengan wajah baru Pojok Baca, Lapas Batulicin mengirim pesan kuat bahwa di balik tembok pemasyarakatan, harapan dan perubahan tetap bisa tumbuh melalui lembar demi lembar buku. Literasi kini menjadi jembatan menuju pembinaan yang lebih berkualitas dan masa depan yang lebih baik bagi setiap Warga Binaan.***
