RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BEKASI, 15 Agustus 2026 – Warga di kawasan Jalan Raya PTI, RT 017, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul dua kejadian percobaan pencurian yang diduga melibatkan pelaku yang membawa benda menyerupai senjata api dalam sepekan terakhir.
Hingga saat ini, kepolisian setempat belum mengumumkan adanya penangkapan. Proses penyelidikan terhadap kedua kejadian tersebut masih berlangsung.
Kejadian pertama terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 19.40 WIB, di depan toko fotokopi Yomi, kawasan Jembatan 4.
Berdasarkan keterangan saksi, seorang petugas keamanan bernama Soleh, dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat berhenti di depan toko. Keduanya disebut mengenakan helm dan masker.
Saat ditegur oleh petugas keamanan, salah satu pelaku diduga mengeluarkan dan menodongkan benda yang menyerupai senjata api. Setelah itu, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Jembatan 1 tanpa berhasil mengambil barang.
Percobaan serupa kembali terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 07.30 WIB, di depan Alfamart Jalan Raya PTI, RT 09/017.
Saat itu, korban tengah mengambil uang di mesin ATM. Korban kemudian melihat sepeda motornya sedang diutak-atik oleh dua orang yang mengenakan helm dan masker.
Setelah korban berteriak dari dalam toko, kedua orang tersebut diduga kembali mengeluarkan benda menyerupai senjata api sebelum meninggalkan lokasi.
Sepeda motor korban mengalami kerusakan, sementara bagian kunci ditemukan dalam kondisi rusak. Namun, kendaraan tersebut tidak berhasil dibawa kabur.
Diduga Memiliki Pola Serupa
Dari dua kejadian tersebut, terdapat sejumlah kesamaan, mulai dari jumlah pelaku, penggunaan sepeda motor, hingga ciri penampilan yang disebut menggunakan helm dan masker.
Meski demikian, dugaan bahwa kedua kejadian dilakukan oleh kelompok yang sama masih perlu dibuktikan melalui hasil penyelidikan kepolisian, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV dan keterangan para saksi.
Waktu kejadian juga berbeda. Peristiwa pertama berlangsung pada malam hari, sedangkan kejadian kedua terjadi pada pagi hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku diduga memanfaatkan situasi ketika korban atau lingkungan berada dalam kondisi lengah.
Jika tidak segera dilakukan langkah pencegahan dan peningkatan pengamanan, kawasan tersebut dikhawatirkan menjadi sasaran kejadian serupa
Warga Diminta Tidak Panik dan Tetap Waspada
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memarkir sepeda motor di tempat umum.
Kendaraan sebaiknya diparkir di lokasi yang aman dan mudah diawasi. Jika memungkinkan, kendaraan dimasukkan ke dalam garasi dan menggunakan kunci pengaman tambahan.
Saat berbelanja, khususnya di lokasi yang tidak memiliki petugas parkir, warga juga diminta memastikan kendaraan berada di tempat yang mudah terlihat.
Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, warga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan. Jangan mendekati atau mengejar pelaku yang diduga membawa senjata.
Warga dapat meminta bantuan dengan berteriak untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan segera menghubungi pihak berwenang.
Setiap kejadian atau percobaan pencurian juga diharapkan segera dilaporkan kepada RT/RW dan kepolisian. Informasi seperti ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, arah pelarian, waktu kejadian, serta rekaman CCTV dapat membantu proses penyelidikan.
Ronda Malam Diusulkan Kembali Diaktifkan
Sebagai langkah pencegahan, partisipasi warga dalam pengawasan lingkungan perlu ditingkatkan, khususnya terhadap keamanan kendaraan bermotor.
Pengurus lingkungan juga dapat mempertimbangkan pengaturan akses di sejumlah titik strategis untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Selain itu, para pelaku usaha di sepanjang Jalan Raya PTI disarankan memasang imbauan Kamtibmas yang dikoordinasikan bersama pengurus RW.
Ronda malam juga diusulkan kembali diaktifkan di masing-masing RT. Sebagai tahap awal, pengamanan dapat dilakukan secara rayonisasi, misalnya dengan membagi wilayah RT 01–09, RT 10–11, dan RT 12–15.
Pelaksanaan ronda dapat diprioritaskan pada malam Jumat, Sabtu, dan Minggu sebagai uji coba sebelum dilakukan evaluasi bersama.
Pemerintah lingkungan bersama aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan patroli dan mempercepat proses penyelidikan guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Warga pun diimbau tetap tenang, namun tidak lengah. Kewaspadaan kolektif dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga keamanan lingkungan serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda.***
