RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Minggu, 23 Agustus 2026 menjadi hari yang membanggakan bagi dunia olahraga Banyuwangi. Dalam ajang Kejuaraan Wushu Citra Satria Cup Tingkat Nasional Piala KONI Jawa Timur, dua atlet veteran dari Banyuwangi Wushu Indonesia asal Genteng berhasil menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berprestasi. Dengan semangat, disiplin, dan latihan yang konsisten, keduanya mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama Banyuwangi semakin dikenal di kancah olahraga Wushu.
Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh Inge Sutanto dan Hanny Meigawati dalam kategori Wushu Tradisional Kelas F usia 45–50 tahun. Inge Sutanto tampil gemilang dengan mempersembahkan dua medali emas, masing-masing pada kategori Kungfu Shan/Jurus Kipas dan Single Short Weapon/Jurus Pedang. Sementara itu, Hanny Meigawati juga menunjukkan performa luar biasa dengan meraih 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Torehan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkompetisi tidak mengenal batas usia.
Keberhasilan kedua atlet veteran ini bukan sekadar tentang medali, tetapi juga tentang pesan inspiratif bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengukir prestasi di usia yang tidak lagi muda. Dari Genteng, Banyuwangi, mereka membuktikan bahwa dedikasi dan kecintaan terhadap Wushu mampu mengantarkan seorang atlet untuk tetap berdiri sejajar dengan para peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga, komunitas Banyuwangi Wushu Indonesia, dan masyarakat Banyuwangi.
Menariknya, perjalanan keduanya belum berhenti. Setelah Citra Satria Cup, Inge Sutanto dan Hanny Meigawati akan kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan WuGames di Universitas Indonesia pada Desember 2026. Semangat mereka semakin unik karena salah satu inspirasi mengikuti Wushu adalah keinginan untuk bertemu dengan Krisdayanti, sosok yang mereka kagumi. Dengan penuh canda dan optimisme, mereka berharap suatu saat dapat bertemu, bahkan bisa bertanding bersama Krisdayanti dalam sebuah kejuaraan.
Prestasi Inge Sutanto dan Hanny Meigawati layak menjadi inspirasi bagi generasi muda maupun para veteran olahraga di Banyuwangi. Dua emas, satu perak, dan satu perunggu bukan hanya deretan angka, tetapi simbol ketekunan, keberanian, dan semangat untuk terus berkarya. Dari Genteng untuk Banyuwangi, dari Banyuwangi untuk Indonesia, mereka telah menunjukkan bahwa selama semangat masih menyala, usia hanyalah angka dan prestasi selalu memiliki ruang untuk diperjuangkan. Salam olahraga, Wushu Indonesia!🥇🥇🥈🥉🙏
HS.
