RADAR-BLAMBANGAN.COM, | KUNINGAN — Tidak semua orang yang datang ke Baitullah Sharing membawa cerita yang sama. Ada yang datang sebagai pedagang yang bertahun-tahun menyisihkan penghasilan, ada ASN yang menata niat bersama keluarga, dan ada pengusaha yang ingin menghadiahkan perjalanan spiritual bagi dirinya dan orang-orang tercinta. Rabu 26/08/2026
Namun malam itu, semua duduk dalam satu tempat dengan harapan yang sama: ingin menjadi tamu Allah SWT.
Harapan tersebut terasa dalam kegiatan Baitullah Sharing yang diselenggarakan Berniaga Sinergi Nusantara (BSN) bersama PT Atlas Tour and Travel di Grade Sangkan Hotel & SPA, Jl. Panawuan–Sangkanurip, Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat 45556.
Kegiatan ini mempertemukan calon jamaah dari Kuningan, Majalengka, Cirebon, Ciamis, Garut, Tegal hingga Purwokerto.
Bagi para calon jamaah, pertemuan ini bukan sekadar menghadiri sebuah acara. Ada kesempatan untuk bertanya, mendengarkan pengalaman, menguatkan keyakinan, sekaligus mempersiapkan diri sebelum benar-benar berangkat menuju Tanah Suci.
Di antara para calon jamaah, mungkin ada yang selama ini hanya menyimpan keinginan untuk melihat Ka’bah dari dekat.
Ada yang setiap hari bekerja, berdagang, menjalankan usaha, atau mengabdi sebagai ASN. Setelah memenuhi kebutuhan keluarga, sebagian penghasilan disisihkan sedikit demi sedikit untuk satu tujuan: Baitullah.
Karena bagi sebagian orang, pergi umrah bukan perkara sederhana.
Dibutuhkan perencanaan, kesabaran, pengorbanan dan tentu saja doa.
Itulah sebabnya Baitullah Sharing hadir untuk lebih dekat dengan calon jamaah. Bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga mendengarkan keresahan, pertanyaan dan harapan mereka.
Suasana semakin menyentuh ketika beberapa jamaah yang telah mengikuti perjalanan umrah bersama PT Atlas Tour and Travel membagikan testimoni dan pengalaman mereka.
Mereka datang bukan sebagai orang yang sekadar memberikan cerita, tetapi sebagai orang yang sudah pernah merasakan perjalanan tersebut secara langsung.
Pengalaman mereka menjadi jembatan bagi calon jamaah yang masih menyimpan berbagai pertanyaan.
Bagaimana persiapannya?
Bagaimana pendampingannya?
Bagaimana perjalanan selama berada di Tanah Suci?
Berbagai pengalaman tersebut dibagikan dalam suasana kekeluargaan dan menjadi bahan pembelajaran bagi calon jamaah.
Menariknya, jamaah yang telah menjalankan umrah tersebut memiliki latar belakang yang beragam. Ada pedagang, ASN hingga pengusaha.
Pesannya sederhana namun kuat: setiap orang mempunyai jalan masing-masing menuju Baitullah.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Irfa dari Berniaga Sinergi Nusantara (BSN) memberikan pembekalan kepada calon jamaah.
Calon jamaah diajak memahami bahwa perjalanan umrah bukan hanya tentang tiket, koper, hotel dan perjalanan menuju Tanah Suci.
Lebih dari itu, yang harus dipersiapkan adalah hati dan niat.
Sebab ketika seseorang berangkat menuju Baitullah, yang dibawa bukan hanya barang bawaan, tetapi juga doa, harapan, dan kerinduan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Sementara itu, Rina Erawati selaku Direktur Utama PT Atlas Tour and Travel turut hadir memberikan sharing kepada calon jamaah.
Kehadiran pimpinan perusahaan secara langsung menjadi ruang bagi calon jamaah untuk mendapatkan informasi sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat.
Dalam perjalanan ibadah, calon jamaah tentu membutuhkan rasa nyaman dan kepastian informasi. Karena itu, komunikasi, pelayanan dan pendampingan menjadi hal yang tidak kalah penting selain kesiapan spiritual.
Baitullah Sharing mempertemukan calon jamaah dari berbagai wilayah.
Kuningan. Majalengka. Cirebon. Ciamis. Garut. Tegal. Purwokerto.
Jarak yang berbeda, profesi yang berbeda, kondisi ekonomi yang berbeda, tetapi memiliki satu impian yang sama.
Mereka mungkin tidak tahu kapan tepatnya hati mereka pertama kali benar-benar tergerak untuk berangkat. Tetapi ketika kesempatan itu datang, mereka memilih untuk mempersiapkan diri.
Baitullah Sharing menjadi tempat untuk menguatkan langkah tersebut.
Bagi calon jamaah, pertemuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sharing. Lebih dari itu, menjadi bekal untuk menjalani perjalanan dengan kesiapan ilmu, mental, spiritual dan keyakinan.
Sebab perjalanan ke Baitullah bukan sekadar tentang seberapa jauh jarak yang harus ditempuh.
Tetapi tentang seberapa kuat niat yang dijaga sejak pertama kali bermimpi hingga akhirnya berdiri di hadapan Ka’bah.
Dan bagi mereka yang hadir dalam Baitullah Sharing, mimpi itu kini terasa semakin dekat.
Semoga setiap langkah calon jamaah menuju Baitullah dimudahkan, setiap ikhtiar diberkahi, perjalanan diberikan keselamatan, ibadah diterima Allah SWT, dan seluruh jamaah pulang ke Tanah Air membawa predikat sebagai insan yang semakin baik dan penuh keberkahan.
(fin/Her)
