RADAR-BLAMBANGAN.COM, | TANGERANG – Semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni. Di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia justru menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat: anak binaan tetap memiliki ruang untuk tumbuh, berinteraksi, dan membangun kembali kepercayaan dirinya.
Pesan tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Jumat (28/8/26). Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang tidak ditempatkan sekadar sebagai penonton, melainkan ikut merasakan atmosfer kebersamaan melalui berbagai perlombaan tradisional bersama keluarga besar Kemenimipas.
Suasana semakin semarak setelah kegiatan diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Acara tersebut diisi tausiah, santunan bagi anak yatim piatu, serta bantuan sosial bagi Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) Poltek Imipas.
Dari panggung keagamaan, suasana kemudian berubah menjadi penuh keceriaan. Beragam perlombaan tradisional, lomba bagi penyandang disabilitas, hingga panjat pinang berlangsung meriah dan melibatkan pegawai, Dharma Wanita Persatuan, serta Anak Binaan LPKA Tangerang.
Di balik kemeriahan itu, ada pesan besar yang hendak ditegaskan Kemenimipas: pembinaan tidak harus selalu identik dengan tembok, aturan, dan pengawasan, tetapi juga membutuhkan sentuhan kemanusiaan.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menegaskan bahwa keterlibatan anak binaan merupakan bagian dari upaya membangun pembinaan yang humanis, dengan tetap memastikan aspek keamanan berjalan.
“Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dalam kegiatan ini dan mengikuti lomba, namun tetap menggunakan gelang kaki sehingga keberadaan mereka tetap terkontrol. Inilah yang berusaha kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita,” ujar Menteri Agus.
Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa pendekatan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan terus diarahkan agar tidak semata-mata berfokus pada aspek pengamanan.
Ada karakter yang harus dibentuk. Ada kepercayaan diri yang harus ditumbuhkan. Dan ada harapan untuk kembali diterima di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan bersama, anak binaan mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman positif, membangun sportivitas, memperkuat rasa percaya diri, sekaligus belajar mengenai kebersamaan.
Momentum HUT Kemerdekaan pun menjadi semakin bermakna karena semangat “merdeka” diterjemahkan bukan hanya sebagai perayaan nasional, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menumbuhkan harapan dan mempersiapkan anak binaan menghadapi masa depan.
Kemenimipas menilai pembinaan yang efektif membutuhkan keseimbangan antara keamanan, kedisiplinan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta proses pembentukan karakter.
Keterlibatan Anak Binaan LPKA Tangerang dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan wajah pemasyarakatan yang berupaya semakin inklusif dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Langkah itu juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam memperkuat kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan melalui pendekatan yang profesional, berkeadilan, serta tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Dari sebuah perlombaan tradisional, Kemenimipas menyampaikan pesan yang jauh lebih besar: setiap anak masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun karakter, dan menatap masa depan dengan harapan.(mh)
