RADAR-BLAMBANGAN.COM, | KEDIRI – Dentuman sound system berpadu dengan riuh ribuan warga ketika Kaliboto Spectacular Carnival 2026 digelar di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Sabtu malam (5/9/2026).
Sedikitnya 29 truk Sound Horeg ambil bagian dalam carnival yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tersebut. Besarnya jumlah peserta membuat ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalur carnival.
Di balik kemeriahan itu, Polsek Tarokan Polres Kediri Kota bersama TNI, pemerintah desa, panitia, peserta, dan masyarakat menerapkan pola pengamanan yang tidak sekadar mengandalkan kekuatan personel. Koordinasi, komunikasi, pengawalan melekat, deteksi dini, serta pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga pesta rakyat tetap berlangsung aman dan tertib.
Pengamanan dipimpin langsung Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., yang turun ke lapangan dan melakukan pemantauan secara mobiling di sepanjang jalur kegiatan.
AKP Priyo mengatakan, jumlah peserta carnival malam itu menjadi salah satu yang terbanyak di wilayah Kecamatan Tarokan. Sedikitnya terdapat 29 truk Sound Horeg yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Besarnya jumlah peserta berbanding lurus dengan antusiasme masyarakat. Ribuan penonton memadati jalur carnival untuk menyaksikan iring-iringan sound system dan penampilan dancer.
“Kegiatan malam ini jumlah pesertanya merupakan yang terbanyak di wilayah Kecamatan Tarokan, mencapai 29 truk Sound Horeg. Antusiasme masyarakat juga sangat besar, sehingga ribuan penonton tumpah ruah. Maka dari itu, kami menyiapkan pengamanan yang ekstra ketat agar tidak ada kejadian yang mencederai acara malam ini dari semua aspek,” ujar AKP Priyo.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya ditujukan untuk memastikan rombongan peserta dapat bergerak dengan lancar. Keselamatan penonton, ketertiban di sepanjang jalur, potensi kepadatan massa, serta kemungkinan munculnya gangguan selama kegiatan juga menjadi perhatian personel.
Namun, ketegasan tersebut tetap dibarengi pendekatan humanis. Petugas diarahkan untuk membangun komunikasi dengan peserta, panitia, dan masyarakat sehingga langkah pengamanan dapat diterima sebagai bagian dari upaya bersama menjaga suasana carnival.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, menekankan bahwa setiap kegiatan masyarakat dengan tingkat kerawanan dan konsentrasi massa yang tinggi harus diantisipasi melalui pengamanan yang terukur dan profesional.
Pendekatan tersebut, kata AKP Priyo, tidak hanya berorientasi pada tindakan ketika gangguan terjadi, tetapi lebih mengutamakan langkah preventif melalui deteksi dini, komunikasi, koordinasi, dan kehadiran personel di tengah masyarakat.
“Arahan Bapak Kapolres, setiap kegiatan masyarakat harus kita kawal dengan baik. Potensi kerawanan harus dideteksi sejak awal, komunikasi dengan panitia dan masyarakat harus terus dibangun, serta setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Pengamanan harus tegas ketika diperlukan, tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang humanis,” jelas AKP Priyo menyampaikan arahan Kapolres Kediri Kota.
Menurutnya, pola tersebut penting diterapkan pada kegiatan dengan skala besar seperti Kaliboto Spectacular Carnival 2026. Sebab, banyaknya peserta dan penonton membuat situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, personel tidak hanya ditempatkan pada titik-titik tertentu, tetapi juga melakukan pemantauan secara mobile untuk melihat perkembangan situasi secara langsung.
Kapolres Kediri Kota juga menekankan pentingnya sinergi lintas unsur. Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam mengamankan kegiatan masyarakat yang melibatkan ribuan orang.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kegiatan dengan jumlah peserta dan penonton yang besar membutuhkan sinergi semua pihak. Kami ingin masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan nyaman, sementara aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran tetap menjadi prioritas,” lanjut AKP Priyo.
Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengawalan setiap tiga truk Sound Horeg beserta tim dancer performance.
Setiap rombongan dikawal tiga petugas yang berasal dari unsur Polri, TNI, dan panitia. Pola tersebut diterapkan untuk memastikan pergerakan rombongan tetap terpantau sekaligus mempercepat koordinasi apabila terjadi perubahan situasi di lapangan.
“Pengamanan kami lakukan secara ketat, tetapi tetap mengedepankan pendekatan humanis. Setiap tiga truk Sound Horeg beserta tim dancer performance dikawal tiga petugas dari unsur Polri, TNI, dan panitia. Ini kami lakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif, tanpa mengurangi kemeriahan masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81,” jelasnya.
Kehadiran petugas di tengah rombongan juga menjadi langkah preventif untuk menjaga jarak antarrombongan, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan komunikasi antara peserta dan petugas tetap berjalan.
Dengan pola tersebut, petugas dapat mengetahui perkembangan situasi lebih cepat dan mengambil langkah apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun keselamatan.
Kemeriahan Kaliboto Spectacular Carnival 2026 semakin terasa dengan hadirnya puluhan peserta audio dari berbagai wilayah.
Di antara peserta tersebut terdapat Sound D’Sip, Atta Audio, Kanaya Audio, Kimmy Audio, Anoman Audio, HRS Audio, Santri Boy Audio, AJ Audio, Queen Audio, DPJ Audio, NB Audio, Ego Production, Nana Audio, Menows Audio, SMJ Audio, NR Audio Mojokerto, Dutra Audio, TDM Audio, RW Audio, AN Audio, Rafa F Jaya, AH Audio Nganjuk, Watu Ireng Audio, MR Audio, Blizzard Audio, BP Audio, NGX Ngosex Audio, Faskho Sengok Blitar hingga Linggar Jati Audio.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat perayaan HUT RI di Desa Kaliboto semakin semarak. Namun, skala kegiatan yang besar sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Puluhan kendaraan audio dengan ribuan penonton membutuhkan koordinasi lintas unsur agar kemeriahan tidak berubah menjadi gangguan keamanan maupun keselamatan.
AKP Priyo tidak hanya memberikan arahan kepada personel, tetapi turun langsung melakukan pemantauan secara mobiling.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan situasi secara langsung sekaligus memastikan pola pengamanan berjalan sesuai rencana.
Di tengah kepadatan warga, petugas mengedepankan komunikasi persuasif. Ketegasan tetap dilakukan ketika diperlukan untuk menjaga ketertiban, namun pendekatan yang digunakan tetap diarahkan agar humanis dan tidak mengganggu kemeriahan masyarakat.
Dengan pola tersebut, pengamanan tidak hanya bersifat reaktif ketika persoalan muncul, tetapi lebih diarahkan pada langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan sejak awal.
Sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Desa Kaliboto juga terlihat dalam momentum di panggung kehormatan.
Usai melakukan pemantauan pengamanan, AKP Priyo Hadistyo, S.H., bersama Kepala Desa Kaliboto Ropingi, hadir dalam sesi pemberian apresiasi.
Keduanya menyerahkan sertifikat dan piagam dari Pemerintah Desa Kaliboto sebagai bagian dari rangkaian apresiasi dalam pelaksanaan Kaliboto Spectacular Carnival 2026.
Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan di tengah peserta dan masyarakat.
Bagi penyelenggara, pemberian apresiasi menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi berbagai pihak. Sementara bagi kepolisian, momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tugas pengamanan dapat berjalan beriringan dengan komunikasi dan hubungan yang baik bersama pemerintah desa, panitia, peserta, serta masyarakat.
Kelancaran carnival tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. TNI, pemerintah desa, panitia, peserta, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Panitia membantu mengatur peserta dan rangkaian kegiatan. TNI dan Polri memberikan dukungan pengamanan, pemerintah desa mendukung penyelenggaraan, sedangkan masyarakat turut berperan dengan mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban.
Sinergi tersebut menjadi semakin penting mengingat besarnya jumlah peserta dan penonton yang hadir.
AKP Priyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Kaliboto Spectacular Carnival 2026.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Situasi yang aman dan kondusif ini merupakan hasil kerja bersama. Sinergi antara Polri, TNI, panitia, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan kebersamaan dan menjadikan keamanan sebagai tanggung jawab bersama.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat kami harapkan dapat memberikan rasa tenang dan nyaman. Kami tidak ingin mengurangi kemeriahan kegiatan, tetapi memastikan kemeriahan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap memperhatikan kepentingan bersama,” imbuhnya.
Hingga seluruh rangkaian Kaliboto Spectacular Carnival 2026 berakhir, kegiatan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif.
Dengan 29 truk Sound Horeg dan ribuan masyarakat yang hadir, strategi pengamanan menjadi bagian penting untuk memastikan pesta rakyat tetap berada dalam koridor keamanan dan ketertiban.
Polri hadir melalui pengamanan terukur, TNI memberikan dukungan, pemerintah desa dan panitia menjalankan perannya, sementara masyarakat turut menjaga ketertiban.
Di balik dentuman sound system dan riuhnya carnival, terdapat kerja bersama untuk memastikan pesta rakyat tidak kehilangan sisi aman dan humanisnya.
Kaliboto Spectacular Carnival 2026 akhirnya bukan sekadar perayaan HUT RI ke-81. Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa kemeriahan dan keamanan dapat berjalan beriringan ketika seluruh unsur membangun sinergi, komunikasi, dan kepedulian.
Di tengah ribuan warga yang tumpah ruah menikmati pesta rakyat, Polsek Tarokan menunjukkan bahwa ketegasan dalam pengamanan tidak harus menghilangkan sentuhan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat. (Ela Susanti/Fit/Yog)
