RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SIDOARJO — Perselisihan yang terjadi di kawasan angkringan Tol Pedot, Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, berujung pada laporan polisi setelah seorang warga mengaku mengalami dugaan kekerasan hingga harus mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tersebut melibatkan MVD, warga Kalisampurno, dengan FRS, warga Jogodayoh, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin. Hingga kini, kedua pihak menyampaikan kronologi yang berbeda sehingga kepastian mengenai rangkaian kejadian masih menunggu proses pemeriksaan aparat penegak hukum.
Berdasarkan keterangan MVD, peristiwa bermula dari pertengkaran atau adu mulut di sebuah angkringan. Perselisihan tersebut kemudian memanas dan MVD mengaku mendapat tindakan kekerasan dari sejumlah orang yang berada di lokasi.
MVD menyebut dirinya dipukul dari arah belakang oleh salah seorang yang berada di lokasi hingga terjatuh. Setelah berada di tanah, ia mengaku kembali mendapat pukulan dari FRS. Akibat kejadian tersebut, MVD mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh.
Usai kejadian, teman-teman MVD membawanya ke RS Pusura Candi, Sidoarjo, untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangannya, korban mendapatkan perawatan, termasuk tindakan jahitan pada beberapa bagian tubuh yang mengalami luka.
Kondisi luka maupun dokumen medis tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari bahan pemeriksaan apabila diperlukan penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Namun, luka yang dialami korban belum secara otomatis membuktikan siapa pihak yang menyebabkan luka maupun bagaimana seluruh peristiwa berlangsung. Penentuan fakta tetap membutuhkan pemeriksaan terhadap korban, terlapor, saksi, bukti medis, serta alat bukti lain yang relevan.
FRS Bantah Melakukan Pemukulan Berulang
Sementara itu, FRS memberikan keterangan berbeda melalui komunikasi WhatsApp. Ia membantah melakukan pemukulan berulang terhadap MVD.
Menurut FRS, korban sempat berlari sebelum akhirnya terjatuh sendiri. FRS juga menyampaikan bahwa saat kejadian korban diduga dalam kondisi berbau alkohol.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari pihak FRS dan masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan serta alat bukti yang dimiliki aparat penegak hukum.
FRS juga membantah adanya penggunaan senjata dalam peristiwa tersebut. Ia menyatakan terdapat sejumlah saksi yang mengetahui kejadian dan dapat memberikan keterangan kepada pihak berwenang.
FRS mengaku telah lama mengenal MVD dan menilai persoalan tersebut berawal dari kesalahpahaman yang kemudian berkembang menjadi keributan.
Saksi Diminta Memberikan Keterangan
Di tengah adanya perbedaan versi tersebut, seorang saksi berinisial YK menyampaikan bahwa informasi yang beredar dari salah satu pihak tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diketahuinya.
YK menyebut terdapat sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi dan mengetahui kejadian tersebut. Para saksi diharapkan dapat memberikan keterangan secara objektif apabila dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum.
Dengan adanya perbedaan keterangan, proses pemeriksaan secara menyeluruh dinilai penting untuk mengetahui fakta sebenarnya.
Setidaknya terdapat sejumlah hal yang perlu diklarifikasi dalam penanganan perkara ini, antara lain:
1. Kronologi pertengkaran yang terjadi di lokasi.
2. Dugaan tindakan pemukulan terhadap MVD.
3. Kondisi luka dan dokumen penanganan medis korban.
4. Keterangan FRS sebagai pihak yang dilaporkan.
5. Keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi.
6. Ada atau tidaknya penggunaan benda atau senjata.
7. Bukti lain, termasuk apabila terdapat rekaman kamera pengawas atau dokumentasi yang berkaitan dengan kejadian.
Angkringan Tol Pedot Disorot Warga
Selain persoalan dugaan kekerasan tersebut, aktivitas di kawasan angkringan Tol Pedot juga menjadi perhatian masyarakat sekitar.
Warga mempertanyakan aspek keamanan dan ketertiban di kawasan tersebut, terlebih apabila benar terjadi keributan atau peristiwa serupa secara berulang.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi unsur Forkopimcam Tanggulangin untuk memastikan situasi keamanan, ketertiban, serta aktivitas usaha di kawasan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengganggu masyarakat.
Masyarakat berharap aparat terkait dapat melakukan langkah preventif dan memberikan perhatian terhadap lokasi yang dinilai rawan terjadi keributan. Penanganan diharapkan tidak hanya dilakukan setelah terjadi persoalan, tetapi juga melalui upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini ditulis, MVD tetap pada keterangannya bahwa dirinya mengalami dugaan pemukulan hingga mengalami luka. Sementara FRS membantah melakukan pemukulan berulang dan menyampaikan versi bahwa MVD terjatuh sendiri.
Karena perkara masih dalam proses hukum, penentuan pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya harus menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.
Tim media memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keberimbangan pemberitaan dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan resmi aparat penegak hukum.(I)
Bersambung
