RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SEMARANG – Nama putra Banyuwangi kembali menjadi sorotan di tingkat nasional. Ketua Umum Respon Cepat Fast Respon, Agus Flores, secara terbuka mendorong agar Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, yang disebutnya sebagai putra Banyuwangi, mendapatkan penghargaan atas berbagai capaian dan prestasinya dalam mendukung program Kapolri.
Menurut Agus Flores, sudah saatnya putra Banyuwangi tidak hanya berhenti pada pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.
Ia bahkan berharap ke depan Banyuwangi memiliki tokoh kepolisian yang mampu menembus jajaran elite Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Flores usai menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.
“Saya monitor kerja Kapolda Jatim, bagus semua. Seharusnya diberikan kenaikan pangkat luar biasa,” tegas Agus Flores.
Pengacara senior tersebut menilai, berbagai kinerja dan capaian yang ditunjukkan Irjen Pol Nanang Avianto dalam menjalankan tugas serta mendukung program Kapolri patut mendapatkan perhatian serius dari pimpinan Polri.
Bagi Agus Flores, penghargaan terhadap anggota Polri yang memiliki prestasi dan rekam jejak kerja yang baik merupakan hal penting untuk memberikan motivasi sekaligus membangun kultur kompetisi positif di tubuh institusi kepolisian.
JANGAN HANYA BERHENTI DI IRJEN
Agus Flores menyinggung perjalanan sejumlah mantan Kapolda Jawa Timur yang, menurut pandangannya, sebagian besar mengakhiri karier dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.
Ia menyebut salah satu contoh mantan Kapolda Jawa Timur yang berhasil mencapai pangkat Komisaris Jenderal Polisi adalah Komjen Pol Fadil Imran.
Karena itu, Agus Flores berharap peluang putra daerah Banyuwangi untuk mencapai jenjang tertinggi dalam struktur kepangkatan Polri harus terus terbuka.
Menurutnya, prestasi dan kinerja seharusnya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan perjalanan karier seorang perwira tinggi Polri.
“Orang Banyuwangi harus ada yang menjadi jenderal bintang tiga. Jangan habis di Irjen saja,” menjadi semangat yang disampaikan Agus Flores dalam mendorong kiprah putra Banyuwangi di tingkat nasional.
AGUS FLORES JUGA SOROT PENEMPATAN JABATAN STRATEGIS
Dalam kesempatan tersebut, Agus Flores juga menyoroti dinamika penempatan sejumlah perwira tinggi pada jabatan strategis di lingkungan Polri.
Ia mempertanyakan penempatan salah satu lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 pada jabatan Asisten Operasi Kapolri atau Asops Kapolri.
Agus Flores menyampaikan pandangannya dengan mengaitkan rekam jejak pejabat tersebut ketika sebelumnya bertugas sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
“Kaget saja mantan Kapolda Sulut yang dapat, padahal masih jadi sorotan masyarakat Manado,” lanjut Agus Flores.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan penilaian pribadi Agus Flores terhadap dinamika kinerja serta promosi jabatan di lingkungan Polri.
Ia berharap, ke depan sistem promosi dan penempatan jabatan strategis benar-benar mempertimbangkan rekam jejak, prestasi, kinerja, serta penilaian publik terhadap seorang perwira.
DORONG PENGHARGAAN ATAS PRESTASI
Agus Flores menegaskan bahwa dorongan terhadap kenaikan pangkat bagi Irjen Pol Nanang Avianto merupakan bentuk apresiasi atas apa yang dinilainya sebagai kinerja positif.
Menurutnya, institusi sebesar Polri membutuhkan figur-figur yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta rekam jejak dalam mendukung kebijakan pimpinan Polri.
“Kalau memang ada prestasi dan kinerja yang bagus, tentu layak diberikan penghargaan,” tegasnya.
Dorongan Ketua Umum Respon Cepat Fast Respon tersebut kini menjadi perhatian, terutama karena membawa semangat agar putra-putra terbaik daerah, termasuk Banyuwangi, memiliki kesempatan menembus jajaran tertinggi di institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Apakah Banyuwangi kelak akan kembali melahirkan seorang Komjen Pol atau jenderal bintang tiga?
Publik kini menanti perjalanan karier para putra terbaik Banyuwangi di panggung nasional.(mh)
