RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA — Misteri 34 lembar uang pecahan 10.000 dolar Singapura yang diduga palsu mulai memasuki babak penting. Nilainya tidak kecil mencapai 340.000 dolar Singapura dan kini kuasa hukum Steven mendesak penyidik Polres Tangerang Selatan tidak berhenti pada pihak yang terakhir menguasai uang tersebut.
Desakan tersebut mengarah pada satu pertanyaan besar: dari mana sebenarnya uang itu berasal dan siapa pihak pertama yang menyerahkannya?
Kuasa hukum Steven meminta polisi mengurai seluruh mata rantai peredaran uang tersebut secara menyeluruh, mulai dari sumber awal, proses penyerahan, hingga bagaimana puluhan lembar uang pecahan besar itu akhirnya berada di tangan Steven dan dibawa ke Singapura.
Steven sendiri diketahui saat ini ditahan di Singapura terkait dugaan perkara pemalsuan dan peredaran uang tersebut.
Kuasa hukum Steven, Yosia MPT Ginting Suka, Kamis (10/9/2026), menegaskan penelusuran sumber uang menjadi bagian penting untuk membangun konstruksi perkara secara utuh.
Menurut Yosia, apabila uang tersebut telah dinyatakan tidak asli oleh otoritas Singapura, maka penyidik perlu mengungkap secara terang asal-usul, pemberi pertama, serta alur perpindahan uang tersebut.
“Jangan hanya melihat siapa yang terakhir memegang uang, tapi harus dilihat dari awal, siapa yang memberikan, dari mana uang itu berasal, dan apa yang diketahui oleh orang yang menerimanya,” ujar Yosia.
34 Lembar, Nomor Seri dan Rekaman Video Diserahkan
Untuk membantu penyidik mengurai perkara, pihak kuasa hukum mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti.
Di antaranya dokumen dari otoritas Singapura terkait uang yang diamankan, data 34 lembar uang pecahan 10.000 dolar Singapura lengkap dengan nomor seri, serta bukti komunikasi dan rekaman video yang disebut berkaitan dengan proses penyerahan uang.
Bagi kuasa hukum, rangkaian bukti tersebut dapat menjadi petunjuk penting untuk mencocokkan keterangan para pihak sekaligus mengurai mata rantai peredaran uang.
Kuasa hukum lainnya, Arizona Sitepu, menjelaskan berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, perkara tersebut bermula ketika Steven menerima satu lembar uang pecahan 10.000 dolar Singapura dari pihak yang disebut memiliki hubungan dengan AN.
Uang tersebut kemudian dibawa Steven ke Singapura untuk dicoba ditukarkan.
Setelah itu, Steven kembali menerima uang dengan pecahan serupa hingga jumlah keseluruhannya mencapai 34 lembar atau senilai 340.000 dolar Singapura.
Arizona menyebut terdapat rekaman video yang berkaitan dengan proses penyerahan uang tersebut. Pihak yang menyerahkan uang juga disebut menyatakan bahwa uang tersebut merupakan miliknya dan bersedia bertanggung jawab apabila kemudian diketahui bermasalah.
Sebagian uang kemudian dibawa ke Singapura. Di negara tersebut, uang tersebut akhirnya menjadi objek pemeriksaan otoritas setempat.
Polisi Didesak Bongkar dari Hulu, Bukan Sekadar Hilir
Menurut Arizona, rangkaian tersebut semestinya menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar persoalan dari hulunya.
Bukan hanya menjawab siapa yang membawa dan menguasai uang, tetapi juga mengungkap siapa yang menyerahkan, dari mana uang diperoleh, serta bagaimana uang tersebut bisa terkumpul hingga mencapai 34 lembar.
“Yang paling penting sekarang adalah sumber uangnya. Siapa yang pertama memberikan, dari mana diperoleh, dan bagaimana uang itu bisa berjumlah 34 lembar,” katanya.
Dengan nilai mencapai 340.000 dolar Singapura, perkara ini pun bukan sekadar soal siapa yang terakhir memegang uang. Jejak asal-usul dan mata rantai peredarannya menjadi titik krusial yang kini ditunggu untuk diungkap.
Perkara tersebut saat ini masih ditangani Polres Tangerang Selatan dan berada pada tahap penyelidikan. Penyidik masih mendalami asal-usul uang, pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyerahan, serta rangkaian peredarannya.
Publik kini menunggu satu jawaban besar: siapa sebenarnya sumber awal 340.000 dolar Singapura yang diduga palsu tersebut?. ***
