RADAR-BLAMBANGAN.COM| Mojokerto – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud RI) Fadli Zon, mencanangkan Museum Majapahit Trowulan sebagai “The Great Museum Of Majapahit”. Proyeksi besar tersebut diungkapkan oleh Menteri Fadli Zon pada acara Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit, Minggu (13/9) pagi.
Pencanangan oleh Menbud RI itu lantas ditanggapi dengan positif oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Antusiasme bupati lantaran Fadli Zon menjelaskan harapannya akan potensi Museum Majapahit sebagai ikon nasional bahkan internasional. Fadli Zon juga menyebut bahwa nama The Great Museum Of Majapahit memiliki narasi yang berkarakter kuat untuk mendukung ikonisasi etalase sejarah besar Kerajaan Majapahit itu.
“Kita berharap Museum Majapahit ini, The Great Museum of Majapahit ini, bisa memiliki narasi yang kuat sehingga nanti masyarakat Indonesia dari seluruh penjuru Indonesia datang untuk melihat ke Museum Majapahit, dan juga masyarakat internasional, karena banyak yang terkoneksi dengan Majapahit. Kita berharap nantinya ini menjadi salah satu museum yang menjadi ikon dari museum-museum yang ada di Indonesia,” ungkap Menteri Fadli Zon.
Sedangkan Gus Bupati, sapaan Muhammad Albarraa, mengatakan bahwa selain untuk menjadikan Museum Majapahit Trowulan sebagai ikon nasional, dukungan Pemkab Mojokerto juga ditujukan untuk dua hal, yang pertama ialah bentuk sinergitas lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para penggiat sejarah. Dan yang kedua adalah sebagai pelestarian kawasan sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari identitas masyarakat Bumi Majapahit.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto siap mendukung sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam revitalisasi Museum Majapahit serta pengembangan kawasan sejarah Trowulan, (selain itu) bagi Kabupaten Mojokerto, hal ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelestarian kawasan sejarah majapahit yang selama ini menjadi bagian dari identitas daerah,” jelas Gus Bupati.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, menjelaskan revitalisasi Museum Majapahit mengangkat tema arsitektur budaya Majapahit. Di atas tanah dengan luas sekitar 4,8 hektar tersebut, nantinya akan dibangun beberapa ruang dengan fungsinya masing-masing.
“Perancangan museum ini menyelaraskan arsitektur dengan lingkungan budaya Majapahit, antara lain melalui penggunaan material batu merah. Kawasan ini akan terdiri atas 32 bangunan dengan berbagai fungsi, termasuk ruang pamer, penyimpanan koleksi, ruang imersif, ruang pertemuan, serta fasilitas pendukung,” jelas Restu Gunawan.
Masih dalam sesi Dirjen Restu Gunawan, konsep arsitektur yang diaplikasikan kedepannya adalah Surya Majapahit yang diterjemahkan ke dalam empat kuadran yang membentuk alur narasi, yaitu kuadran pertama: Sunset of Majapahit, yang menggambarkan peradaban Majapahit.
Kuadran kedua adalah Menuju Majapahit, yang menjelaskan proses tumbuh dan berkembangnya peradaban Majapahit, dan Kuadran ketiga yaitu Pusaka Majapahit (puncak Majapahit), yang menghadirkan keagungan warisan dan tinggalan budaya Majapahit, serta Kuadran keempat: Sunrise of Majapahit, yang memaknai warisan Majapahit sebagai sumber inspirasi untuk masa depan. (Mahmudah)
