RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, – Aktivitas nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan mendapat perhatian serius jajaran Sat Polairud Polres Jembrana. Bukan sekadar berpatroli dan memantau situasi, polisi memilih turun langsung menyapa para nelayan untuk memperkuat keamanan sekaligus menggugah kesadaran tentang keselamatan kerja dan kebersihan lingkungan pesisir.
Langkah preventif tersebut dilakukan melalui patroli dialogis pada Selasa (15/9/2026). Sejak pukul 08.45 hingga 09.35 Wita, personel Sat Polairud menyusuri kawasan aktivitas nelayan dan berdialog langsung dengan masyarakat yang tengah menunggu hasil ikan di PPN Pengambengan.
Salah satunya Galih, warga Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, bersama sejumlah rekannya. Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi kepolisian untuk menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung sekaligus menggandeng masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos., menegaskan bahwa keamanan kawasan pesisir tidak mungkin hanya dibebankan kepada polisi.
“Patroli dialogis merupakan upaya preventif untuk mengetahui situasi secara langsung sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat. Kami mengajak para nelayan bersama-sama menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif di kawasan PPN Pengambengan,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat bukan semata-mata untuk melakukan pengawasan. Komunikasi langsung menjadi cara untuk mendeteksi berbagai potensi gangguan sejak dini sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap keamanan kawasan pelabuhan.
Tak hanya soal kamtibmas, keselamatan nelayan juga menjadi perhatian utama. Padatnya aktivitas di kawasan pelabuhan, termasuk bongkar muat hasil perikanan, memiliki potensi risiko apabila aspek keselamatan diabaikan.
Karena itu, personel Sat Polairud mengingatkan para nelayan agar tidak bekerja secara sembrono dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas.
“Kami mengimbau masyarakat nelayan untuk selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja dan tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan. Keselamatan diri harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas,” ujar AKP I Putu Suparta.
Polisi juga menyoroti persoalan kebersihan kawasan pelabuhan. Para nelayan dan pekerja diimbau tidak membuang sampah sembarangan sehingga kawasan PPN Pengambengan tetap bersih, sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Bagi Sat Polairud, menjaga pesisir bukan hanya persoalan aparat. Nelayan, pekerja pelabuhan dan seluruh masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut memiliki peran yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus nyaman.
“Keamanan dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif, baik dalam menjaga kamtibmas maupun menjaga kebersihan kawasan pesisir,” tambahnya.
Patroli dialogis ini menjadi gambaran bahwa pendekatan kepolisian di wilayah pesisir tidak hanya mengedepankan tindakan ketika gangguan sudah terjadi. Pencegahan, komunikasi dan keterlibatan masyarakat justru menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Semangat Polri PRESISI Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan pun diwujudkan melalui kehadiran personel secara langsung di tengah masyarakat.
Sat Polairud Polres Jembrana selanjutnya mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan di kawasan pesisir maupun perairan.
Jika ada potensi gangguan keamanan, masyarakat dapat segera menghubungi personel Sat Polairud atau Call Center Polri 110.
Dengan komunikasi yang terbangun antara polisi dan masyarakat, kawasan PPN Pengambengan diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga menjadi kawasan pesisir yang aman, tertib, bersih dan mengutamakan keselamatan. (Echa)
