RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari Ketua Umum Fast Respon Counter Polri (FRN) Agus Flores. Tokoh yang memiliki perhatian khusus terhadap sejarah dan masa depan Besuki itu secara terbuka mengungkapkan rencana politiknya apabila wilayah Besuki kembali berstatus sebagai kabupaten.
Agus Flores menyatakan, jika cita-cita mengembalikan Besuki menjadi kabupaten terwujud, dirinya siap maju dalam kontestasi politik daerah untuk memperebutkan posisi Bupati Besuki.
“Kalau Besuki dikembalikan menjadi kabupaten lagi, saya maju calon Bupati Besuki, melanjutkan keluarga,” ujar Agus Flores.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka babak baru wacana politik Agus Flores. Ia tidak hanya berbicara mengenai pemekaran atau pengembalian status administratif Besuki, tetapi juga mengaitkannya dengan rencana pengabdian politik di daerah yang memiliki keterkaitan kuat dengan keluarganya.
Namun, Agus Flores juga menyiapkan skenario lain.
Jika hingga tahun 2029 Besuki belum kembali menjadi kabupaten, ia menyatakan siap mengambil jalur politik nasional dengan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Golkar untuk Dapil 3, sebagaimana disampaikannya.
“Kalau sampai 2029, nggak juga jadi Kabupaten Besuki, saya maju Dapil 3 calon DPR RI dari Partai Golkar,” tegasnya.
Pernyataan itu membuat nama Agus Flores kini kembali menjadi sorotan. Dua opsi politik yang disampaikannya menunjukkan bahwa ia membuka kemungkinan untuk bertarung di level daerah maupun nasional.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan rencana dan sikap politik pribadi Agus Flores. Realisasi pencalonan, baik sebagai calon kepala daerah maupun calon anggota DPR RI, tetap bergantung pada perkembangan politik, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mekanisme dan keputusan partai politik terkait.
Bagi Agus Flores, Besuki bukan sekadar wilayah dalam peta. Ada sejarah keluarga dan ikatan emosional yang menjadi bagian dari alasan dirinya terus membawa nama Besuki dalam berbagai kesempatan.
Kini pertanyaannya tinggal satu: akankah Besuki kembali berdiri sebagai kabupaten sebelum 2029, atau justru panggung politik nasional yang akan menjadi arena Agus Flores berikutnya?
