RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SIDOARJO – Penantian dan perjuangan panjang warga terkait perbaikan infrastruktur akhirnya mendapat kepastian langkah dari legislatif. Setelah melalui proses koordinasi, Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, S.M., kini resmi menginstruksikan jajaran Komisi C untuk turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang telah berjalan.
Imam Syafi’i, selaku pelapor dan masyarakat setempat, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas respons cepat yang diberikan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut pasca-dilaksanakannya agenda dengar pendapat (hearing).
“Kami sangat mengapresiasi Bapak Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, yang memberikan atensi luar biasa terhadap laporan kami. Beliau langsung merespons dan memastikan bahwa jajaran Komisi C akan melakukan tindak lanjut konkrit ke lapangan,” ujar Imam Syafi’i, Rabu (23/9).
Saat dikonfirmasi mengenai laporan warga terkait infrastruktur jalan tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih memberikan jawaban tertulis yang menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan menunda-nunda waktu untuk meninjau lokasi.
“Maturnuwun info dan progressnya🙏 Insyaallah besok komisi TLI (Tindak Lanjut) sidak,” tegas H. Abdillah Nasih melalui pesan singkat, Rabu siang (23/9).
Rencana Inspeksi Mendadak (Sidak) oleh Komisi C ini akan difokuskan di Jalan Surowongso dan area selatannya sungai. Langkah taktis ini dinilai warga sebagai bukti nyata bahwa aduan masyarakat benar-benar dikawal secara serius.
Aduan yang dilayangkan warga ini berakar dari urgensi peningkatan infrastruktur jalan demi keselamatan bersama. Lebih jauh, warga menaruh harapan besar pada rencana jangka panjang pemerintah daerah untuk merealisasikan pembukaan jalan baru pada tahun 2027 mendatang.
Imam menegaskan bahwa pembukaan jalan baru ini diharapkan menjadi solusi permanen yang menguntungkan semua pihak, baik bagi aktivitas sosial warga setempat maupun operasional sektor usaha di wilayah tersebut.
“Harapan saya, pembukaan jalan baru di tahun 2027 ini benar-benar terlaksana. Pada intinya, ini semua demi kepentingan dan keselamatan bersama. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” lanjut Imam.
Urgensi pembukaan jalur alternatif atau jalan baru ini semakin mendesak mengingat fungsi vital Jalan Surowongso. Selama ini, jika jalur tersebut mengalami penutupan akibat adanya kegiatan warga seperti hajatan pernikahan atau keagamaan, akses mobilitas logistik langsung lumpuh.
“Kalau Jalan Surowongso ditutup karena ada warga yang memiliki hajat, kita tentu kasihan dengan lingkungan sekitar. Di sisi lain, kita juga harus memikirkan pihak perusahaan di kawasan ini. Kasihan jika mobil-mobil operasional atau truk logistik mereka tidak bisa lewat dan aktivitas ekonomi terhambat. Semoga dengan pembukaan jalan baru 2027 nanti, semua masalah ini bisa terurai dan menjadi solusi terbaik untuk bersama,” pungkas Imam, (tim/red).
