RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA — Sejarah Besuki menembus panggung nasional. Babad Besuki resmi ditetapkan sebagai bagian dari Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Penetapan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Situbondo, khususnya warga Besuki. Naskah kuno yang merekam jejak perjalanan sejarah kawasan Besuki Raya itu kini tidak lagi sekadar menjadi warisan sejarah daerah, tetapi telah mendapat tempat sebagai bagian dari ingatan kolektif bangsa.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, menyambut penetapan tersebut dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, pengakuan nasional terhadap Babad Besuki menjadi penegasan bahwa Besuki memiliki akar sejarah yang sangat penting dalam perjalanan terbentuknya identitas daerah.
“Besuki itu rahimnya Situbondo. Dari Besuki kita bisa melihat bagaimana sejarah, budaya, dan perjalanan masyarakat Panarukan hingga Situbondo terbentuk. Pengakuan terhadap Babad Besuki harus diikuti dengan upaya untuk membuat sejarah tersebut semakin dikenal oleh generasi muda,” kata Mas Rio.
Mas Rio menegaskan, sejarah Besuki tidak boleh berhenti sebagai catatan yang tersimpan di dalam arsip. Warisan tersebut harus terus dikenalkan, dipelajari, dan diceritakan kembali dengan cara yang dapat diterima generasi masa kini.
“Jangan sampai generasi muda hanya tahu nama Besuki, tetapi tidak mengenal sejarah panjang yang ada di dalamnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat Besuki tempo dulu melekat di ingatan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, penetapan Babad Besuki sebagai IKON 2026 juga diharapkan mampu menjadi pemantik untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokal sekaligus mendorong pelestarian naskah-naskah kuno sebagai warisan budaya.
Mas Rio juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendorong pengusulan Babad Besuki hingga memperoleh pengakuan di tingkat nasional, termasuk para pegiat literasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat pengusulan Babad Besuki ini, kepada teman-teman, kaum literasi, dan Provinsi Jawa Timur juga. Penetapan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan Besuki Raya,” ujarnya.
Ia berharap pengakuan terhadap Babad Besuki dapat menjadi lompatan sejarah baru di tengah keseriusan Pemerintah Kabupaten Situbondo membangun kawasan Besuki.
Dengan ditetapkannya Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional, kata Mas Rio, masyarakat memiliki kesempatan untuk melihat kembali posisi Besuki bukan semata-mata sebagai sebuah wilayah administratif, melainkan sebagai salah satu bagian penting dari perjalanan sejarah yang membentuk identitas Panarukan dan Situbondo.
“Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah menetapkan Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional 2026. Babad Besuki merupakan naskah kuno yang merekam jejak sejarah kawasan Besuki Raya. Naskah tersebut menjadi sumber penting dalam menelusuri jejak tempo dulu Besuki,” jelasnya.
Mas Rio menyebut pengakuan tersebut sebagai penghargaan bagi masyarakat Situbondo, khususnya warga Besuki.
“Dengan penuh bangga, saya menjemput sebuah penghargaan kepada masyarakat Situbondo, masyarakat Besuki yang saya cintai,” kata Mas Rio.
Ia menambahkan, status IKON Nasional membuat Babad Besuki memiliki posisi yang semakin penting sebagai bagian dari memori kolektif bangsa.
“Babad Besuki resmi menjadi warisan atau ingatan kolektif nasional,” tegasnya.
Mas Rio juga menilai keberadaan Babad Besuki dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan kebudayaan, literasi sejarah, hingga wisata berbasis sejarah di Situbondo.
Penetapan ini sekaligus menjadi tantangan baru. Sebab, pengakuan nasional terhadap sebuah naskah sejarah tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diikuti dengan langkah nyata untuk merawat, mengkaji, mendokumentasikan, dan memperkenalkannya kepada generasi penerus.
Di titik inilah Babad Besuki menemukan makna pentingnya: menghubungkan masa lalu dengan masa depan.
Bagi Situbondo, pengakuan tersebut menjadi momentum untuk kembali membuka lembaran sejarah Besuki sebuah kawasan yang memiliki jejak panjang dalam perjalanan masyarakat dan terbentuknya identitas daerah.
Babad Besuki telah mendapatkan pengakuan nasional. Kini, sejarah Besuki memiliki panggung yang lebih luas untuk kembali diceritakan kepada generasi bangsa.***
