RADAR BLAMBANGAN.COM, | MALANG KOTA — Suasana haru menyelimuti kebersamaan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Ariana, bersama istri tercinta Ny. Ujik Kholis Ariana, saat bertemu dan membersamai keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Kota Malang. Pertemuan itu bukan sekadar agenda kedinasan, melainkan perjumpaan hati yang dipenuhi empati dan keikhlasan.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Kombes Pol. Putu Kholis menyampaikan bahwa Polresta Malang Kota ingin menjadi rumah yang mampu menaungi, menguatkan, dan berjalan bersama keluarga korban dalam menapaki hari-hari yang tak mudah pasca tragedi kemanusiaan tersebut.
“Kalau kami tidak mencoba merasakan apa yang bapak dan ibu rasakan, mungkin hari ini kami tidak akan berada di sini. Namun yang kami lihat dan kami rasakan adalah betapa beratnya kehilangan itu, betapa dalam luka yang ditanggung, dan betapa panjang jalan pemulihan yang harus dilalui,” ungkapnya lirih.
Ia menuturkan, dirinya bersama sang istri menyaksikan langsung kesedihan yang terpendam di wajah para orang tua, keluarga, dan kerabat korban. Tangis yang tertahan, doa yang tak pernah putus, serta kerinduan yang tak lagi menemukan jawabannya, menjadi alasan kuat lahirnya panggilan moral untuk terus hadir di tengah mereka.
“Ada kewajiban moral yang tidak bisa kami abaikan. Bukan karena jabatan, bukan pula karena tugas semata, tetapi karena hati nurani. Kewajiban moral itulah yang mengantarkan saya dan istri untuk terus datang, duduk bersama, mendengar, memeluk, dan berusaha menghadirkan sedikit ketenangan di tengah duka,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Putu Kholis juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh keluarga besar Polresta Malang Kota. Ia menegaskan bahwa penugasan di Malang Raya membawa konsekuensi kemanusiaan yang harus dipikul bersama, yakni mendampingi dan membersamai keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tanpa batas waktu.
“Ketika kita ditugaskan di Malang Raya, maka salah satu tanggung jawab yang harus kita emban adalah memastikan keluarga korban tidak berjalan sendiri. Kita wajib hadir, mendampingi, dan membersamai mereka, bukan hanya hari ini, tetapi sepanjang mereka masih membutuhkan,” tegasnya.
Kehadiran Kapolresta Malang Kota beserta istri, yang ditandai dengan jabat tangan erat, pelukan penuh empati, serta doa bersama, menjadi simbol bahwa Polresta Malang Kota tidak menutup mata atas luka mendalam yang masih dirasakan keluarga korban. Di tengah keheningan, kehadiran itu menjadi penguat bahwa negara masih berdiri di sisi mereka.
Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus menjadi ruang aman, tempat bersandar, dan rumah yang selalu terbuka bagi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan sebuah ikhtiar kecil untuk merawat harapan, di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih. (Fin/Her)
